Kerusakan tv pada bagian horisontal

Memperbaiki kerusakan TV pada bagian horizontal memang terkadang sangat menguras waktu dan tenaga. Bagian ini cukup kompleks dan melibatkan komponen bertegangan tinggi seperti Flyback dan Transistor HOT (Horizontal Output Transistor). Berikut ini adalah panduan lengkap dan analisa kerusakan bagian horizontal TV yang sering ditemui di meja kerja teknisi.

Skema Rangkaian Bagian Horizontal TV CRT
Skema Dasar Bagian Horizontal TV

Analisa dan Gejala Kerusakan Bagian Horizontal TV

1. Tidak Ada Tegangan B+ pada Kolektor Transistor HOT

Jika tegangan B+ hilang, beberapa penyebabnya antara lain:

  • Transistor HOT kolektor-emitor short (konslet).
  • Dioda penyearah tegangan B+ short atau trafo SMPS bermasalah.
  • Power supply (SMPS) tidak bekerja sama sekali.
  • Beberapa model TV menggunakan sirkuit di mana tegangan B+ rendah pada saat standby. Tegangan B+ baru akan naik menjadi normal jika mikrokontroler telah di-ON-kan. Kerusakan bagian mikrokontroler atau sirkuit pendukungnya dapat menyebabkan tegangan B+ tertahan.
  • Sirkuit suplai tegangan B+ menggunakan transistor atau relay sebagai "pemutus on-off" yang dikendalikan oleh bagian mikrokontroler melalui kontrol pin "power on-off". Kerusakan mungkin terjadi pada area ini.

2. Cara Cek Bagian Defleksi Horizontal Sudah Bekerja

Untuk mengetahui apakah osilator dan rangkaian horizontal sudah bekerja, lakukan pemeriksaan berikut:

  • Ukur tegangan heater, normalnya sekitar 5V AC. (Catatan: Avometer biasa kurang akurat untuk frekuensi tinggi. Jika menggunakan VTVM khusus frekuensi tinggi, nilai sebenarnya adalah sekitar 6.8V AC).
  • Secara visual, kawat heater pada leher tabung tampak menyala merah.
  • Cek ketersediaan tegangan screen (G2).
  • Cek sisa muatan tegangan tinggi (HV) pada kop anoda tabung gambar.

3. Defleksi Horizontal Belum Bekerja Sama Sekali

Jika tegangan B+ di kolektor HOT sudah hadir namun horizontal belum bekerja, periksa poin-poin berikut:

  • Osilator Horizontal pada IC Jungle Belum Bekerja: Bisa karena suplai H.Vcc (biasanya 8V) drop/hilang, keramik resonator 500KHz rusak (TV lawas), resistor pull-up putus, jalur SDA-SCL putus/short, atau fitur X-ray protector aktif men-short-kan H.Vcc ke ground akibat deteksi tegangan berlebih.
  • Kerusakan Bagian Horizontal Driver: Tidak ada suplai tegangan ke kolektor driver, tidak ada tegangan bias di basis driver, jalur putus, trafo horizontal driver rusak, atau transistor driver itu sendiri yang rusak.
  • Kerusakan Transistor HOT: Umumnya kolektor-emitor short sehingga jalur B+ ikut short ke ground. Selalu gunakan nomor part yang sama saat mengganti agar awet. Sebelum mengganti HOT, cek tegangan B+, elco suplai trafo driver (sering kering), kapasitor resonan, dan Deflection Yoke.
  • Kerusakan Trafo Flyback (FBT): Ditandai dengan bodi menggelembung/meleleh, resistor ABL terbakar, kapasitor 200V di pin ABL short, keluar loncatan api, tegangan anoda/fokus/screen tidak keluar, atau gulungan primer dan sekunder short.
  • Kerusakan Deflection Yoke: Tegangan B+ drop disertai suara humming berdesing. Jika soket yoke dicabut, tegangan B+ normal kembali. Visual kawat tembaga biasanya tampak gosong atau berasap. Hati-hati saat melepas agar cincin magnet konvergen tidak bergeser.

4. Penyebab Hilangnya Suplai Tegangan H-Vcc ke IC Jungle

Tegangan suplai H-Vcc sangat krusial. Jika hilang, penyebabnya bisa karena:

  • Resistor dropping (puluhan kilo ohm) dari jalur B+ putus.
  • Resistor ratusan ohm dari sumber tegangan rendah putus.
  • Sirkuit transistor pemutus (dikendalikan mikrokontroler) rusak.
  • Pin H-Vcc pada IC Jungle short di dalam komponen. Jika pin di-open, tegangan muncul.
  • Transistor X-ray protektor pada TV model lama short ke ground.

5. Horizontal Hidup Sebentar Lalu Mati (Proteksi)

Jika TV menyala sebentar lalu mati ke mode standby, kemungkinan proteksi aktif:

  • X-Ray Protector: Memicu osilator mati jika HV anoda over. Penyebabnya: kapasitor resonan 1600V mengecil, B+ over, atau dioda zener/transistor di sirkuit protektor bocor. Trik melacaknya: open semua pin flyback (kecuali B+ dan Kolektor), lalu solder kembali satu per satu sambil dites hidup hingga protek bereaksi.
  • OVP (Over Voltage/Current Protection): Aktif karena arus B+ berlebih akibat def yoke short, flyback rusak, atau beban sekunder flyback terlalu berat.

6. Transistor HOT Langsung Jebol Saat TV Dihidupkan

Kasus transistor HOT langsung pecah/short sesaat setelah saklar ditekan biasanya diakibatkan oleh:

  • Kapasitor resonan (1600V) di kolektor HOT nilainya mengecil drastis atau solderannya lepas, menyebabkan lonjakan induksi luar biasa tajam.
  • Kumparan horizontal pada Deflection Yoke terbakar/short.
  • Flyback short pada gulungan primer (antara B+ dan Kolektor).
  • Tabung gambar rusak (terjadi loncatan api/short di dalam leher kaca).
  • Tegangan B+ over (melonjak tajam).
  • Frekuensi osilator melar jadi terlalu tinggi (biasanya akibat keramik resonator 500KHz rusak, disertai bunyi mencuit sesaat sebelum jebol).

7. Trik Mencegah Transistor HOT Rusak Berulang Saat Servis

Untuk menghindari transistor HOT berulang kali jebol saat tahap perbaikan dan uji coba, lakukan trik aman ini:

  1. Sediakan 2 buah lampu pijar 100W/220V, sambung secara paralel.
  2. Solder kabel sepanjang kurang lebih 30cm pada kedua ujungnya.
  3. Putus/sedot timah pada jalur yang menghubungkan pin Flyback menuju kolektor transistor HOT.
  4. Pasang (seri) kedua lampu tersebut di antara pin Flyback dan kolektor transistor HOT.
  5. Hidupkan TV. Jika lampu menyala sangat terang, berarti masih ada short/kerusakan berat di sirkuit.
  6. Jika nyala lampu redup, berarti kerusakan telah teratasi. Lepas lampu dan sambung kembali jalurnya secara normal.

8. Penyebab Transistor HOT Cepat Panas dan Rusak

Jika TV bisa menyala namun heatsink transistor HOT terasa kelewat panas dalam hitungan menit, waspadai hal berikut:

  • Under-drive: Sinyal drive kurang kuat, sering disebabkan elco suplai Vcc trafo driver yang sudah kering (kehilangan kapasitas).
  • Over-drive: Sinyal drive terlalu besar karena tegangan osilator/driver over, atau kesalahan modifikasi nilai resistor.
  • Beban Over: Arus kolektor berlebih akibat yoke atau flyback mulai bermasalah.
  • Tegangan Kolektor Over: Kapasitor resonan menurun nilainya, atau power supply B+ tidak stabil.
  • Kualitas Komponen: Transistor HOT yang dipasang berkualitas buruk (KW) atau tidak menempel sempurna pada pendingin (kurang pasta silikon).
  • Faktor Solderan: Solderan retak/kusam di area horizontal output atau filter AFC.

Catatan Tambahan:
Flyback yang mengeluarkan suara berdesing keras bisa menandakan frekuensi horizontal tidak normal. Jika dibiarkan menyala terlalu lama, akan mengakibatkan transistor HOT cepat rusak. Pada beberapa model TV keluaran terbaru, kadang terdapat cacat desain bawaan pabrik yang membuat HOT rawan rusak; untuk kasus ini, carilah informasi modifikasi sirkuit pendukungnya dari sesama rekan teknisi.

Posting Komentar untuk "Kerusakan tv pada bagian horisontal"