Setting Ht Baofeng UV-82

Setting Ht Baofeng UV-82

Panduan Penggunaan dan Setting HT Baofeng UV-82

Anda tentu sudah mengetahui bahwa Baofeng UV-82 dilengkapi dengan dua tombol PTT (Dual PTT). Fitur ini memudahkan pengguna untuk melakukan transmisi pada frekuensi A maupun frekuensi B secara langsung. Berbeda dengan HT dual band lainnya yang mengharuskan Anda menekan tombol A/B terlebih dahulu untuk berpindah ke frekuensi aktif, pada Baofeng UV-82 Anda cukup menekan tombol PTT A atau PTT B sesuai frekuensi yang ingin digunakan. Dengan demikian, proses berpindah frekuensi menjadi lebih cepat dan praktis. Meskipun pada awalnya penggunaan dua tombol PTT mungkin terasa sedikit membingungkan, setelah terbiasa justru fitur Dual PTT ini menjadi salah satu keunggulan utama Baofeng UV-82.

Radio HT Baofeng UV-82 dual band VHF/UHF untuk panduan penggunaan dan pengaturan.
Panduan lengkap menggunakan HT Baofeng UV-82.

Perbedaan Spesifikasi dengan Label Pabrik

Pada beberapa unit Baofeng UV-82 ditemukan perbedaan antara informasi yang tertera pada label pabrik dengan spesifikasi sebenarnya.

  • Daya Pancar (Output Power): Label pada bodi belakang tertulis 8 Watt. Namun berdasarkan spesifikasi dan hasil pengukuran, daya pancar sebenarnya sekitar 5 Watt pada VHF dan 4 Watt pada UHF. Dalam pengujian, hasilnya berkisar 5–6 Watt pada VHF dan 4–5 Watt pada UHF, tergantung frekuensi yang digunakan.
  • Kapasitas Baterai: Label pada baterai mencantumkan kapasitas 2800 mAh. Namun kapasitas sebenarnya sekitar 1800 mAh.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan hanya mengacu pada label yang tertera pada perangkat. Gunakan spesifikasi asli atau lakukan pengukuran untuk mengetahui performa HT yang sebenarnya.

Persiapan Sebelum Menggunakan HT

  • Isi Daya Baterai: Baterai bawaan pabrik biasanya sudah terisi sebagian, tetapi belum tentu penuh. Sebelum digunakan, isi daya hingga penuh (lampu indikator charger berubah menjadi hijau). Waktu pengisian maksimal sekitar 4 jam agar baterai lebih awet dan terhindar dari overcharge.
  • Pasang Antena Terlebih Dahulu: Selalu pasang antena sebelum memasang baterai atau menyalakan HT. Langkah ini bertujuan untuk mencegah HT melakukan transmit tanpa antena jika tombol PTT tidak sengaja tertekan, karena kondisi tersebut dapat merusak transistor final pemancar.
  • Hapus Memori Bawaan: Beberapa unit HT sudah memiliki frekuensi yang tersimpan di channel memory dari pabrik. Jika tidak diperlukan, Anda dapat menghapus atau mereset seluruh memori tersebut sebelum mulai melakukan pengaturan sendiri.

Pintasan Tombol yang Sering Digunakan

  • Mengubah Bahasa Suara (Voice): Tekan MENU14MENU → pilih ENG → tekan EXIT.
  • Menyalakan Senter LED: Tekan tombol M (di bawah tombol PTT dan F) satu kali untuk menyalakan senter. Tekan lagi untuk mode berkedip, lalu tekan sekali lagi untuk mematikannya.
  • Mengaktifkan Radio FM: Tekan tombol F (di bawah tombol PTT) untuk mengaktifkan radio FM (65–108 MHz). Tekan kembali tombol tersebut untuk menonaktifkan radio FM.

Mode Channel Memory dan Mode VFO Frekuensi

Sesaat setelah dinyalakan, HT mungkin berada di Mode Channel (ditandai dengan adanya nomor channel kecil 0-127 di bagian kanan layar) atau Mode Frekuensi VFO (di mana Anda dapat dengan bebas memilih frekuensi dengan menekan tombol angka di keypad).

  • Cara berpindah mode (Channel ke VFO, atau sebaliknya): Matikan HT Anda, lalu tekan dan tahan tombol MENU, kemudian nyalakan kembali HT tersebut.
  • Pada mode Channel Memory, Anda dapat berpindah channel dengan menekan tombol panah atas dan bawah.
  • Pada mode VFO Frekuensi, Anda dapat menekan tombol angka keypad untuk memasukkan frekuensi yang diinginkan. (Perhatian: Anda mungkin harus mengganti nilai STEP pada menu untuk dapat memasukkan frekuensi tertentu).

Cara Menyimpan Frekuensi ke Memory Channel

Perhatian: HT ini memiliki 128 memory channel dengan nomor 0 hingga 127. Jika suatu channel telah terisi, maka tidak dapat ditimpa. channel tersebut harus dihapus terlebih dahulu melalui Menu 28: DEL-CH (Tekan MENU, tekan tombol 2 dan 8 hingga di layar muncul DEL-CH).

Contoh: Menyimpan frekuensi 144.500 di channel 126

  1. Pastikan Anda berada di mode VFO (mode frekuensi).
  2. Pilih display A aktif (tekan tombol EXIT/AB untuk berpindah antara display A dan B, ditandai dengan segitiga kecil di sebelah kiri baris display yang aktif).
  3. Masukkan frekuensi: Tekan tombol keypad untuk frekuensi yang akan disimpan, yaitu 144500. (Jika Anda tidak bisa memasukkan frekuensi, kemungkinan besar Anda sedang berada di mode channel memory).
  4. Simpan ke memori:
    • Tekan MENU, lalu tekan 27 (di layar muncul MEM-CH).
    • Tekan MENU kembali (terdengar respon suara: "memory channel").
    • Tekan angka 126 (nomor channel target).
    • Tekan MENU (terdengar respon suara: "receiving memory").
    • Terakhir, tekan EXIT.
  5. Proses menyimpan frekuensi 144.500 di channel 126 selesai. Silakan berpindah ke mode Memory / Channel untuk menggunakannya.

Cara Menyimpan Frekuensi Repeater ke Memory Channel

Perhatian: Aturan penghapusan channel yang sudah terisi tetap berlaku sama seperti langkah di atas.

Contoh: Menyimpan frekuensi repeater di channel 120 (Output: 147.500 | Input: 146.200 | Tone: 131.8)

  1. Pastikan Anda berada di mode VFO (mode frekuensi).
  2. Pilih display A aktif (tekan tombol EXIT/AB).
  3. Masukkan frekuensi output repeater: Tekan angka 147500 di keypad.
  4. Simpan output ke memori:
    • Tekan MENU, lalu 27 (di layar muncul MEM-CH).
    • Tekan MENU (terdengar respon suara: "memory channel").
    • Tekan angka 120 (nomor channel target).
    • Tekan MENU (terdengar respon suara: "receiving memory").
    • Tekan EXIT.
      (Proses pertama menyimpan frekuensi output selesai. Selanjutnya, mari menyimpan frekuensi input repeater).
  5. Masukkan frekuensi input repeater: Tekan angka 146200 di keypad.
  6. Set Tone/PL ke 131.8:
    • Tekan MENU, lalu 13.
    • Tekan MENU, lalu masukkan angka 1318.
    • Tekan MENU, lalu tekan EXIT.
  7. Set TDR ke OFF:
    • Tekan MENU, lalu 7.
    • Tekan MENU, pilih OFF.
    • Tekan MENU, lalu tekan EXIT.
  8. Simpan input ke memori:
    • Tekan MENU, lalu 27 (di layar muncul MEM-CH).
    • Tekan MENU (terdengar respon suara: "memory channel").
    • Tekan angka 120 (nomor channel target).
    • Tekan MENU (terdengar respon suara: "transmitting memory").
    • Tekan EXIT.
  9. Proses menyimpan frekuensi repeater di channel 120 telah selesai. Silakan berpindah ke mode Memory / Channel untuk menggunakannya.
Tip: Jika Anda harus menyimpan puluhan frekuensi repeater sekaligus dan ingin memberi nama khusus untuk tiap channel, sangat disarankan untuk menggunakan kabel data interface USB dan memprogram Baofeng UV-82 melalui komputer atau laptop.
Baca Selengkapnya: Setting Ht Baofeng UV-82
Cara settingicom ic-2300H komplit

Cara settingicom ic-2300H komplit

Cara Setting Radio Rig ICOM IC-2300H Lengkap

ICOM IC-2300H merupakan radio mobile VHF yang banyak digunakan untuk komunikasi amatir maupun radio komunitas. Berikut panduan lengkap mulai dari menyimpan frekuensi, memberi nama channel, mengatur Tuning Step, hingga melakukan Factory Reset.setting cukup mudah seperti setting icom ic-2200H

Radio rig ICOM IC-2300H dengan mikrofon di latar hutan belantara dan tulisan Arjun Service, ilustrasi panduan setting radio VHF.
Panduan setting radio ICOM IC-2300H lengkap.

Cara Menyimpan Frekuensi ke Memory Channel

  1. Tekan tombol [V/MHz] untuk masuk ke mode VFO.
  2. Tekan tombol [S.MW], kemudian putar Dial Tuning untuk memilih nomor channel yang akan digunakan.
  3. Tekan dan tahan [S.MW] selama beberapa detik hingga terdengar bunyi beep sebanyak tiga kali.
  4. Frekuensi akan tersimpan pada channel yang dipilih. Jika ingin melanjutkan menyimpan frekuensi ke channel berikutnya, tekan dan tahan kembali [S.MW] hingga terdengar bunyi beep.
  5. Tekan tombol [M/CALL] untuk keluar dan masuk ke Memory Mode.

Cara Memberi Nama Channel

  1. Matikan radio.
  2. Tekan dan tahan tombol [SET], kemudian hidupkan radio (Power ON).
  3. Putar Dial Tuning hingga menemukan menu DSP-FR.
  4. Ubah pengaturan menjadi DSP-NM.
  5. Tekan tombol Power untuk menyimpan pengaturan dan keluar dari menu.
  6. Tekan tombol [SET] atau [MONI] untuk mulai mengubah nama channel.
  7. Putar Dial Tuning untuk memilih karakter.
  8. Tekan [MONI] untuk berpindah ke karakter berikutnya.
  9. Setelah selesai, tekan tombol selain [SET] dan [MONI] untuk menyimpan nama channel.

Cara Mengatur Tuning Step

ICOM IC-2300H menyediakan delapan pilihan Tuning Step, yaitu:

  • 5 kHz
  • 10 kHz
  • 12.5 kHz
  • 15 kHz
  • 20 kHz
  • 25 kHz
  • 30 kHz
  • 50 kHz

Tuning Step adalah jarak perpindahan frekuensi setiap kali Dial Tuning diputar.

Contoh jika menggunakan Tuning Step 10 kHz:

147.550 → 147.560 → 147.570 → 147.580 → 147.590 → 147.600 → ...

Langkah Mengubah Tuning Step

  1. Tekan tombol [V/MHz] untuk masuk ke mode VFO.
  2. Tekan dan tahan tombol [SET] atau [MONI] hingga muncul menu TS.
  3. Putar Dial Tuning untuk memilih nilai Tuning Step.
  4. Tekan tombol selain [SET] dan [MONI] untuk menyimpan pengaturan.

Cara Reset ICOM IC-2300H (Factory Reset)

Perhatian: Factory Reset akan menghapus seluruh data memory channel, nama channel, dan semua pengaturan radio sehingga kembali ke pengaturan pabrik.

  1. Matikan radio.
  2. Tekan dan tahan tombol [S.MW] + [SET], kemudian hidupkan radio (Power ON).
  3. Pada layar akan muncul tulisan CLEAR.
  4. Lepaskan tombol dan tunggu proses reset selesai.
  5. Radio akan kembali ke pengaturan awal pabrik (Factory Default).

Kesimpulan

Dengan memahami cara menyimpan frekuensi, memberi nama channel, mengatur Tuning Step, dan melakukan Factory Reset, penggunaan ICOM IC-2300H menjadi lebih mudah dan efisien. Pastikan melakukan reset hanya jika benar-benar diperlukan karena seluruh data yang tersimpan akan terhapus.

Baca Selengkapnya: Cara settingicom ic-2300H komplit
Setting Frekuensi Repeater ht alinco DJ-W500

Setting Frekuensi Repeater ht alinco DJ-W500

Cara Setting Frekuensi Repeater pada HT Alinco DJ-W500

Sebelum melakukan pengaturan, pastikan Anda sudah mengetahui data frekuensi repeater yang akan dimasukkan. Sebagai contoh simulasi kali ini, kita menggunakan parameter berikut:

Handy Talky Alinco DJ-W500
gambar: Handy Talky Alinco DJ-W500  pengecekan dan pengujian radio komunikasi
  • RX (Receive / Downlink): 160.000 MHz
  • TX (Transmit / Uplink): 155.000 MHz
  • Tone (CTCSS): 88.5 Hz

1. Masuk Mode VFO & Atur STEP

Dalam posisi mode VFO, ketik frekuensi RX. Lalu tekan tombol FUNC (A) + SET (8) untuk masuk ke menu pengaturan.

  • Cari menu STEP (gunakan tombol B/C), lalu ubah nilai STEP menjadi 5K dengan memutar rotary knob.

2. Atur Offset & Tone (T-CDC)

  • Offset: Cari menu OFFSET (tekan tombol B/C), lalu masukkan nilai selisih duplex atau simpan sesuai kebutuhan repeater dengan memutar rotary.
  • Tone: Cari menu T-CDC (tekan tombol B/C), lalu tekan tombol FM (1) untuk memilih opsi TPL / DCS. Putar rotary knob untuk memilih tone 88.5, kemudian tekan tombol ENT (tombol kunci).

3. Aktifkan Fungsi Tone ("T")

Setelah keluar dari menu, tekan tombol FUNC (A) + TONE (2). Pastikan simbol huruf "T" muncul di layar LCD.

4. Atur Arah Duplex (+ / -)

Tekan tombol FUNC (A) + tombol +/- (4) hingga muncul simbol - (untuk simplex/duplex minus) atau + (duplex plus) sesuai dengan konfigurasi repeater.

5. Simpan ke Memory Channel

Simpan data frekuensi ke dalam memori perangkat dengan tahapan berikut:

  • Tekan tombol FUNC (A) + V/M (C) sampai angka channel di samping berkedip.
  • Putar rotary knob untuk memilih nomor channel memori yang akan diisi.
  • Tekan FUNC (A) lalu tahan selama 3 detik tombol V/M (C) untuk mengonfirmasi penyimpanan.

(Sampai tahap ini, frekuensi repeater sudah sukses tersimpan di dalam memory).

6. Memberi Nama pada Channel

Langkah ini dilakukan untuk memberi identitas teks pada channel yang baru disimpan.

Catatan Penting: Posisi HT saat membuat nama harus berada di Memory Channel.
  • Tekan tombol FUNC + SET, lalu cari menu NAME menggunakan tombol B/C.
  • Buat nama channel yang diinginkan dengan memutar rotary knob untuk mencari huruf/angka, dan gunakan tombol 1 untuk berpindah ke karakter huruf berikutnya.
  • Setelah selesai, tekan tombol ENT (D).

7. Mengatur Konfigurasi Tampilan Layar (Display Mode)

Untuk mengubah konfigurasi tampilan layar agar memunculkan nama channel secara default:

  • Matikan perangkat (HT).
  • Tahan tombol PF2 (jangan dilepas), lalu hidupkan kembali perangkat.
  • Pada layar akan muncul tulisan DSP, kemudian putar rotary knob untuk memilih mode tampilan (CH / NAME / FREQ).
  • Pilih opsi NAME, lalu tekan tombol ENT (#) untuk menyimpan.

Kesimpulan

Mengatur frekuensi repeater pada HT Alinco DJ-W500 memerlukan ketelitian pada setiap tahapannya, mulai dari pengaturan frekuensi RX/TX, penyesuaian CTCSS, penyimpanan memori, hingga kustomisasi nama channel dan tampilan layar. Dengan mengikuti panduan di atas secara berurutan, perangkat Anda akan siap digunakan dengan optimal untuk memantau maupun berkomunikasi melalui pancaran ulang repeater.

Baca Selengkapnya: Setting Frekuensi Repeater ht alinco DJ-W500
Cara Servis TV LED Mati Total & Daftar Tipe MOSFET Regulator

Cara Servis TV LED Mati Total & Daftar Tipe MOSFET Regulator

Halo rekan-rekan teknisi! Seiring perkembangan zaman, garapan servis kita sekarang lebih banyak di dominasi oleh TV LED. Salah satu kerusakan yang paling sering mampir ke meja kerja adalah TV LED mati total (matot) akibat blok power supply atau regulatornya jebol.

Berbeda dengan TV tabung lawas yang sering menggunakan IC regulator STR, TV LED modern menggunakan sistem sirkuit SMPS (Switched-Mode Power Supply) yang dikendalikan oleh IC PWM kecil bersama dengan transistor MOSFET eksternal. Seringkali, komponen MOSFET inilah yang menjadi korban dan ditemukan dalam kondisi short atau pecah.

Bentuk fisik komponen MOSFET 7N65 pada sirkuit SMPS regulator TV LED Caption: Bentuk fisik komponen MOSFET tipe 7N65 yang sering ditemui pada blok power supply TV LED.

Daftar Tipe MOSFET Regulator TV LED yang Sering Rusak

Bagi Anda yang baru mulai merambah ke servis TV LED, berikut adalah beberapa tipe MOSFET yang paling sering ditemui di pasaran dan sering mengalami kerusakan:

  • Keluarga 7N65 (7 Ampere, 650 Volt): Ini adalah tipe yang paling pasaran. Sering dipasang pada TV LED ukuran 24 hingga 32 inch. Hampir semua merek TV China (seperti Coocaa, TCL) hingga Polytron banyak yang menggunakan tipe ini.
  • Keluarga 10N60 atau 10N65 (10 Ampere, 600/650 Volt): Biasanya digunakan pada TV LED berukuran lebih besar, seperti 40 hingga 43 inch, karena membutuhkan daya yang lebih besar untuk mengangkat beban lampu backlight.
  • Keluarga 4N60 atau 4N65 (4 Ampere, 600/650 Volt): Tipe ini sering ditemukan pada TV LED ukuran kecil (19-22 inch) atau pada modul regulator universal (gacun) ukuran kecil.
  • Seri K (Contoh: K3569, K3568, K3264): Spesifikasinya bervariasi, namun umumnya bermain di kisaran 10A dan 600V. Anda akan sering menemukan MOSFET tipe K ini pada mesin TV pabrikan Jepang seperti Toshiba, Sharp Aquos, atau Sony.
  • Seri MDF (Contoh: MDF11N65B, MDF7N65B): Sering terpasang pada TV LG atau Samsung. Ciri khasnya adalah bodi MOSFET ini full plastik (isolator), sehingga aman menempel langsung pada plat pendingin (heatsink) tanpa perlu mika isolator tambahan.

Catatan Penting Sebelum Mengganti MOSFET Baru

Perhatian untuk rekan-rekan teknisi: Penyakit blok power supply TV LED itu rentetannya panjang. Jika Anda menemukan MOSFET jebol atau short, jangan langsung diganti yang baru lalu di colokkan ke listrik!

Biasanya, saat MOSFET jebol, ada komponen pendukung di sekitarnya yang ikut rusak. Sebelum memasang MOSFET baru, pastikan Anda mengecek:

  1. IC PWM: IC kecil berkaki 6 atau 8 (contoh: OB2273 atau seri SG) yang menjadi driver MOSFET. Jika ini rusak, MOSFET baru akan langsung jebol lagi.
  2. Resistor Gate: Resistor yang jalurnya masuk ke kaki Gate MOSFET (biasanya bernilai di bawah 100 Ohm). Resistor ini sering putus atau mulur.
  3. Dioda Snubber: Cek dioda di sekitar area trafo switching, pastikan tidak ada yang bocor.

Dengan ketelitian mengecek komponen pendukung tersebut, perbaikan regulator TV LED akan berhasil dan terhindar dari kerugian akibat MOSFET baru yang meledak lagi.

Salam solder dan sukses selalu buat rekan-rekan teknisi!

Baca Selengkapnya: Cara Servis TV LED Mati Total & Daftar Tipe MOSFET Regulator
Mengatasi Polytron 32T500 Tidak Bisa ON, Hanya Standby

Mengatasi Polytron 32T500 Tidak Bisa ON, Hanya Standby

Salah satu kerusakan yang cukup sering ditemukan pada TV LED adalah kondisi standby terus dan tidak dapat dinyalakan, baik menggunakan remote maupun tombol panel. Pada kasus ini, sumber masalah ternyata berasal dari rangkaian power supply, tepatnya pada IC SMPS.

Gejala Kerusakan

  • TV hanya berada pada kondisi standby.
  • Tidak dapat dinyalakan menggunakan remote maupun tombol lokal.
  • Tegangan PS_ON tidak berubah saat tombol power ditekan.
  • Lampu indikator hanya menunjukkan kondisi standby.

Proses Pemeriksaan

Awalnya dilakukan pemeriksaan pada jalur PS_ON. Tegangan kontrol untuk mengaktifkan power supply tidak mengalami perubahan, sehingga diduga terdapat masalah pada bagian catu daya.

Pada model TV ini, apabila power supply mengalami gangguan, mainboard akan mendeteksi kondisi tersebut sebagai mode proteksi sehingga tidak mengirimkan perintah untuk mengaktifkan sistem secara normal.

Setelah modul power supply dilepas dan diperiksa lebih lanjut, ditemukan bahwa tegangan output 24 Volt tidak tersedia. Kondisi ini menyebabkan rangkaian LED backlight dan sistem lainnya tidak memperoleh suplai tegangan yang dibutuhkan.

Penyebab Kerusakan

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh tegangan start-up menuju IC SMPS masih dalam kondisi normal. Namun, IC SMPS 6 pin tidak bekerja sehingga proses switching tidak terjadi dan tegangan 24V gagal dihasilkan.

Solusi Perbaikan

  1. Periksa tegangan start-up pada IC SMPS.
  2. Pastikan tidak ada komponen pendukung yang rusak.
  3. Ganti IC SMPS 6 pin dengan komponen baru yang sesuai.
  4. Ukur kembali tegangan output power supply.

Setelah IC SMPS diganti, tegangan 24V langsung kembali normal. Modul power supply kemudian dipasang kembali ke mainboard. Saat TV dinyalakan, lampu indikator mulai berkedip sebagai tanda proses booting berlangsung, dan beberapa saat kemudian televisi berhasil menyala dengan normal.

Kesimpulan

Apabila TV LED hanya standby dan tidak dapat dinyalakan, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa kerusakan berasal dari mainboard. Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada power supply, terutama keberadaan tegangan output 24V dan kinerja IC SMPS. Pada kasus ini, penggantian IC SMPS 6 pin berhasil mengembalikan fungsi power supply sehingga televisi dapat melakukan proses booting dan beroperasi normal kembali.

p>
Baca Selengkapnya: Mengatasi Polytron 32T500 Tidak Bisa ON, Hanya Standby