Februari 2011
Selamat Datang di Blog Arjun Service
Sharp tombol tak berfungsi

Sharp tombol tak berfungsi


Kemarin datang order tv sharp mati total katanya yang empunya tv udah di benerin tapi malah mati total cuman masalah ada garis horisontal di tempet service sebelumnya si tukang service bilang ga sanggup beberin akhirnya sampai juga.
langsung aja tak tes tv di nyalain emang bener di lihat dari lampu lednya juga ga nyala apalagi Protek, tak buka casing pertama cek dulu dah tegangan Vcc ic program sebesar 3,3volt dalam keadaan drop haduk kenapa nih? saya lanjutkan pengukuran pada tegangan 115volt drop juga ic horisontal sehat2 saja .... error nih hadware tv sharp pikirku. di lanjutkan pada bagian ic matik tapi ic horisontal lepas dulu berikut pendinginya untuk menghindari lonjakan tegangan kan sayang kalo entar shot tak sengaja mata memandang janda lewat pada solderan dembleng< jumper> mumgkin kurang hati2 pada penyolderan si tukang service sebelumnya lansung aja buka Baju jumperan tadi tak cuba ukur 115voltnya normal pasang ic horisontal yang tadi ku cabut jrennnngg... keluar tuh gambar tak coba kok tombol vol-/+ chanel, menu tak berfungsi di ikuti wktu pertama tv di nyalakan tombol volume+ tambah 1  saya pikir paling2 cuma mikro swite yang rusak atau resistor yang melar tak ukur semua normal2 saja selanjutnya tak cek tegangan ic croma pada pin 7 lho kok 5volt yang seharusnya sekitar 3,3volt berarti ada yang ga beres lebih jelasnya lihat gambar




Berburu lagi nih setelah lelah dalam penelusuran akhirnya penantian pun berakhir ternyata ada solderan yang ngejumper lagi di bagian deket Tuner yang jumper pada ic pin 7 tadi langsung dah copot jumperan ukur lagi dah tegangan akhirnya normal juga tuh tombol langsung bungkus aja coba udah 1jam lebih tv normal
Alhamdullilah ya Alloh engkau beri jalan hambamu yang mau berusaha
Read More
Mosfet Power Amplifier 300 Watt Mono

Mosfet Power Amplifier 300 Watt Mono

Apakah anda memiliki speaker aktif / amplifier / tape deck yang suaranya pas-pasan ¿
Jika iya, mungkin anda bisa mencoba menambahkan galaxy.

Galaxy banyak beredar di pasaran dengan harga lumayan murah. Ada yang galaxy menggunakan ic 4558 dan ada juga yang menggunakan transistor.

Namun jika speaker aktif / amplifier / tape deck anda sudah memiliki suara yang bagus , maka anda tidak perlu menambahkan galaxy lagi.

Nah, bagi anda yang penasaran dengan rangkaian galaxy, saya akan mencoba menghilangkan rasa pemasaran anda dengan menampilkan skemanya :


Daftar komponen :

ic : HA17741 atau TL071

c1 : 10uF/50V
C2 : 3n3
c3 : 100p
c4 : 2,2uF/50V
c5 : 100uF/25V

R1 : 3K9
R2 : 390K
R3, R6, R8 : 15K
R4 : 8K2
R5 : 180K
R7 : 1K

Menurut saya , sebaiknya galaxy dipasang sebelum input power amplifier agar suaranya lebih mantap.

Read More
Teknisi profesional - bekerja profesional

Teknisi profesional - bekerja profesional

Pernahkan rekan teknisi mendengar berita bahwa “seorang bocah telah meninggal dunia karena tersengat listrik ketika sedang berkaraoke”. Kalau di negeri ini beritanya tentu akan berhenti sampai disitu saja. Dinegara maju lain halnya, konsumen atau polisi dapat melanjutkan untuk melakukan penyelidikan yang lebih jauh.

* Apakah telah terjadi kesalahan dalam design atau proses produksi ?
* Atau pesawat pernah direpair dan kesalahan disebabkan oleh kelalaian teknisi?



Ini cerita lain lagi. Belum lama ini kami menerima repair JVC model C-147. Saat memeriksa pesawat tersbut perhatian langsung tertuju pada :

* VR volume sudah dimodifikasi, dan VR dipasang disamping cabinet tanpa knop.
* Jack RF antena input telah diganti degan konektor RF yang biasa dipakai mesin china yang dijual. Entah kenapa alasannya mesti diganti ?

Lha.... ini kan sangat “membahayakan konsumen”. Kami tahu bahwa pesawat ini menggunakan “HOT CHASIS”. Kalau konsumen sampai menyentuh jack antena maka ada resiko kena sengatan listrik.
Kamipun berpikir :

* Teknisi yang telah melakukan modifikasi ini mungkin belum paham mengenai masalah ini.
* Teknisi tidak menyadari bahwa pekerjaannya tersebut dapat membahayakan nyawa orang lain.

Hot chasis artinya chasis pesawat ini kalau disentuh ada resiko orang kena sengatan listrik (atau kesetrum....gitu) langsung dari jala-jala listrik, karena grounding pesawat semuanya langsung berhubungan dengan ground bagian power suply.
Oleh karena itu pada pesawat model-model seperti ini :

* Jack RF antena input dipasang modul yang berisi kapasitor untuk mengisolasi agar tidak berhubungan langsung dengan chasis.
* Jack AV-in menggunakan siekit photo-coupler untuk mengisolasi agar jack input tidak berhubungan dengan chasis.

Kalau pernah membaca SERVICE MANUAL merk-merk teve, maka pada halaman pertama hampir selalu ditulis peringatan masalah keselamatan atau SAFETY INSTRUCTION. Disitu ditulis suatu prosedur pengecekan yang harus dilakukan sebelum pesawat diserahkan ke konsumen. Yaitu pengecekan dengan meter yang dihubungkan dengan ground bumi (yang dapat disambung ke pipa PAM, atau kabel yang ditanam). Kemudian semua metal part seperti jack antena, jack AV-in, jack speaker out dan lain-lain yang ter-ekpose keluar harus dicek dengan meter tersebut untuk mengetahui apakah mengandung tegangan listrik yang dapat menyengat. Disitu ditulis batasan maksimum arus listrik yang diperbolehkan yang tidak membahayakan.


Sebetulnya banyak SAFETY PRECAUTION yang kadang kami jumpai kurang diperhatikan teknisi, antara lain ialah :

* Fuse diganti dengan kabel listrik. Yang lebih konyol lagi dipasang dengan timah solder. Masih mendingan kalau diganti dengan selembar-serabut isi kabel, berarti teknisi masih paham mengenai tujuan pemasangan fuse. Kami biasanya menggunakan satu lembar (sak ler boso jowone.....) serabut dari kabel murahan yang isinya kecil-kecil untuk pengganti sementara fuse.
* Fuse resistor diganti dengan resistor biasa. Kalaupun tidak ada gunakan resistor dengan watt kecil. Pemasangan jangan mepet-nempel ke pcb, untuk menghindarkan kalau resistor terbakar tidak merusak pcb.

Kedua hal tersebut sangat berhubungan dengan resiko kebakaran (walaupun prakteknya jarang sekali terjadi).

Gambar diatas adalah merupakan standard “LEAKAGE TESTER” yang merupakan
alat yang digunakan untuk memeriksa tingkat kebocoran ac pada semua peralatan elektronik.
Maksimum tegangan yang diperbolehkan adalah 0.75v ac, dimana hal ini maksimum akan
memberikan arus sebesar 0.5 mili-ampere jika disentuh, yang dianggap level masih aman.
Pemeriksaan dilakukan dengan cara membolak-balik colokan ac cord (kabel listrik).


Apakah “test pen” dapat dipakai untuk memeriksa kebocoran ac seperti ini ?

Pesawat yang normalpun kalau ditest pakai test pen pasti akan menyala, jadi tidak dapat dipakai sebagai standar pengetesan.


Bagaimana kalau konsumen menginginkan tidak ada kebocoran ac sama sekali.
Kebocoran ac dapat dihilangkan dengan meng-ground-kan chasis pesawat.

* Sediakan kabel secukupnya.
* Salah satu ujung kabel dihubungkan dengan chasis pesawat
* Ujungkabel lainnya dihubungkan ke ground bumi. Dalam hal ini bisa di dipasang pada paku ditembok atau dijepitkan dibawah kaki meja.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan setelah selesai melakukan repair :

* Pastikan kabel tegangan tinggi tidak menyentuh atau terlalu dekat tabung gambar atau def yoke.
* Pastikan kabel-kabel konektor tidak ada yang menyentuh resistor watt-besar yang panas.
* Jika ac cord (kabel listrik) lecet-lecet informasikan ke konsumen untuk diganti.

Read More
Menu service code TV lainya

Menu service code TV lainya


TOSHIBA: TEKAN MUTE DI REMOTE
SEKALI,KEMUDIAN TEKAN LAGI DAN
TAHAN MUTE + MENU DI TV.ULANGI
UNTUK PROSES BERIKUTNYA
TEKAN MENU DIREMOTE-TEKAN
ANGKA 4,7,2,5
TEKAN VOL(-) DI TV -TEKAN DAN
TAHAN ANGKA 9
SANYO: MENU DI REMOTE + VOLUME
UP
LG FLATRON: TEKAN OK DIREMOTE
+OK DI TV atau MENU REMOTE +
MENU DI TV
TCL : TEKAN DISPLAY (OSD)
DIREMOTE + VOLUME DOWN DI
TV,tahan 3 detik
POLYTRON: POSISI TV STNDBY,
TEKAN DAN TAHAN MENU DI REMOTE
HINGGA TV MENYALA MASUKAN
KODE ANGKA 1013.
PANASONIC: SHORT (KONEK SESAAT)
PIN 'FA-1' KE 'FA-2' ATAU TP-8 KE
GROUND
PANASONIC TX SERIES:TEKAN VOL(-)
DI TV + OSD
SHARP: SHORT KAKI (PIN)6DAN PIN
7SESAAT PADA IC MCU (TDA
98XXX).UNTUK KELUAR SHORTKAN
KEMBALI
SHARP EXPRESSION: HUBUNGKAN
ATAU JEPIT DUA KAWAT /JUMPER
J800 ( ADA DISEBELAH TUNER ) YG
PCB-TELAH DISEDIAKAN LUBANG DAN
DUA JUMPER SEJAJAR.
CRYSTAL: POSISI TV STNDBY,TEKAN
VOLUME UP + VOLIME DOWN PADA
TV BERSAMAAN DAN TAHAN HINGA
TV ON
PHILLIPS: POSISI TV STNDBY,TEKAN
0,6,2,5,9,MENU
AKARI: TEKAN SLEEP DI REMOTE +
MENU TV
SAMSUNG: POSISI STANDBY TEKAN DI
REMOTE : MENU -PSTD - MUTE -
POWER ON
SAMSUNG PLANO:POSISI STANDBY,
TEKAN DI REMOTE : DISPLAY-MENU-
MUTE-POWER ON
SAMSUNG PLANO DIGITAL HD100:
STANDBY-DISPLAY-MENU-MUTE-
POWER
ATAU : STANDBY-MUTE-1-8-2-POWER
ON
AKIRA,FUJITEC,BOOMBA:
DAN BEBERAPA MEREK CHINA YANG
LAINNYA YG MENGGUNAKAN IC
PROGRAM TYPE LC8632XX SERIES:
TEKAN MENU DI REMOTE DUAKALI -
RECALL (Q.VIEW) - MUTE.
TV CHINALAINNYA
( KCL,MITOCHIBA,BAZZOMBA) TEKAN
VOLUME DI TV HINGGA NOL.TEKAN
RECCAL DI REMOTE SEKALI, TEKAN
DAN TAHAN VOLUME ( - ) DI TV
BERSAMAAN DENGAN TEKAN
KEMBALI RECALL DI REMOTE..ulang
proses tersebut untuk masuk ke sub
menu selanjutnya sampai ke posisi
keluar menu servis.
AIWA: TOMBOL MENU SERVISNYA
ADA DI DALAM REMOTE DI ATAS
TOMBOL VOLUME (+),BONGKAR
DAHULU.
JVC: TEKAN DAN TAHAN BERSAMAAN
OSD+MUTE
ATAU TEKAN DAN TAHAN OSD
+PICTURE
HITACHI: TEKAN DAN TAHAN TOMBOL
AVDI TV, HIDUPKAN POWER SWITCH
TV
SONY: STANDBY- OSD - 5 -VOL(-) -
POWER ON
RCA/THOMSON: TEKAN DAN TAHAN
TOMBOL VT DI TV + POWER SWITCH
ON TV
Beberapa merek TV CHINA juga ada
yang tombol menu servisnya di
dalam remote orsinilnya
PHILLIPS: POSISI TV STNDBY,TEKAN
0,6,2,5,9,MENU
AKARI: TEKAN SLEEP DI REMOTE +
MENU
SAMSUNG: POSISI STANDBY TEKAN DI
REMOTE : MENU -PSTD - MUTE -
POWER ON
SAMSUNG PLANO:POSISI STANDBY,
TEKAN DI REMOTE : DISPLAY-MENU-
MUTE-POWER ON
SAMSUNG PLANO DIGITAL HD100:
STANDBY-DISPLAY-MENU-MUTE-
POWER
ATAU : STANDBY-MUTE-1-8-2-POWER
ON
AKIRA,FUJITEC,BOOMBA:
DAN BEBERAPA MEREK CHINA YANG
LAINNYA YG MENGGUNAKAN IC
PROGRAM TYPE LC8632XX SERIES:
TEKAN MENU DI REMOTE DUAKALI -
RECALL (Q.VIEW) - MUTE.
TV CHINALAINNYA
( KCL,MITOCHIBA,BAZZOMBA) TEKAN
VOLUME DI TV HINGGA NOL.TEKAN
RECCAL DI REMOTE SEKALI, TEKAN
DAN TAHAN VOLUME ( - ) DI TV
BERSAMAAN DENGAN TEKAN
KEMBALI RECALL DI REMOTE..ulang
proses tersebut untuk masuk ke sub
menu selanjutnya sampai ke posisi
keluar menu servis.
AIWA: TOMBOL MENU SERVISNYA
ADA DI DALAM REMOTE DI ATAS
TOMBOL VOLUME (+),BONGKAR
DAHULU.
JVC: TEKAN DAN TAHAN BERSAMAAN
OSD+MUTE
ATAU TEKAN DAN TAHAN OSD
+PICTURE
HITACHI: TEKAN DAN TAHAN TOMBOL
AVDI TV, HIDUPKAN POWER SWITCH
TV
SONY: STANDBY- OSD - 5 -VOL(-) -
POWER ON
RCA/THOMSON: TEKAN DAN TAHAN
TOMBOL VT DI TV + POWER SWITCH
ON TV
TOSHIBA : TEKAN MUTE DI REMOTE
SEKALI,KEMUDIAN TEKAN LAGI DAN
TAHAN MUTE + MENU DI TV .ULANGI
UNTUK PROSES BERIKUTNYA
TEKAN MENU DIREMOTE-TEKAN
ANGKA 4,7,2,5
TEKAN VOL(-) DI TV -TEKAN DAN
TAHAN ANGKA 9
SANYO : MENU DI REMOTE +
VOLUME UP TV
LG FLATRON: TEKAN OK DIREMOTE
+ OK DI TV atau MENU REMOTE +
MENU DI TV
TCL : TEKAN DISPLAY (OSD)
DIREMOTE + VOLUME DOWN DI
TV ,tahan 3 detik
PHILLIPS : POSISI TV STNDBY,TEKAN
0,6,2,5,9,MENU
POLYTRON : POSISI TV STNDBY,
TEKAN DAN TAHAN MENU DI
REMOTE HINGGA TV MENYALA
MASUKAN KODE ANGKA 1013.
PANASONIC : SHORT (KONEK
SESAAT) PIN ‘FA-1′ KE ‘FA-2′ ATAU
TP-8 KE GROUND
PANASONIC TX SERIES :TEKAN VOL
(-) DI TV + OSD
SHARP : SHORT KAKI (PIN)6 DAN
PIN 7 SESAAT PADA IC MCU (TDA
98XXX).UNTUK KELUAR SHORTKAN
KEMBALI
SHARP EXPRESSION : HUBUNGKAN
ATAU JEPIT DUA KAWAT /JUMPER
J800 ( ADA DISEBELAH TUNER ) YG
PCB- TELAH DISEDIAKAN LUBANG
DAN DUA JUMPER SEJAJAR.
CRYSTAL : POSISI TV STNDBY,TEKAN
VOLUME UP + VOLIME DOWN PADA
TV BERSAMAAN DAN TAHAN HINGA
TV ON
.
AKARI: TEKAN SLEEP DI REMOTE +
MENU TV
SAMSUNG : POSISI STANDBY TEKAN
DI REMOTE : MENU - PSTD - MUTE -
POWER ON
SAMSUNG PLANO:POSISI STANDBY,
TEKAN DI REMOTE : DISPLAY-MENU-
MUTE-POWER ON
SAMSUNG PLANO DIGITAL HD100:
STANDBY-DISPLAY-MENU-MUTE-
POWER
ATAU : STANDBY-MUTE-1-8-2-
POWER ON
.
AKIRA,FUJITEC,BOOMBA:
DAN BEBERAPA MEREK CHINA YANG
LAINNYA YG MENGGUNAKAN IC
PROGRAM TYPE LC8632XX SERIES :
TEKAN MENU DI REMOTE DUAKALI -
RECALL (Q.VIEW) - MUTE.
TV CHINA LAINNYA
( KCL,MITOCHIBA,BAZZOMBA)
TEKAN VOLUME DI TV HINGGA
NOL.TEKAN RECCAL DI REMOTE
SEKALI, TEKAN DAN TAHAN VOLUME
( - ) DI TV BERSAMAAN DENGAN
TEKAN KEMBALI RECALL DI
REMOTE..ulang proses tersebut
untuk masuk ke sub menu
selanjutnya sampai ke posisi keluar
menu servis.
AIWA : TOMBOL MENU SERVISNYA
ADA DI DALAM REMOTE DI ATAS
TOMBOL VOLUME (+),BONGKAR
DAHULU.
JVC : TEKAN DAN TAHAN
BERSAMAAN OSD+MUTE
ATAU TEKAN DAN TAHAN OSD
+PICTURE
HITACHI: TEKAN DAN TAHAN
TOMBOL AVDI TV, HIDUPKAN
POWER SWITCH TV
SONY : STANDBY- OSD - 5 - VOL(-) -
POWER ON
RCA/THOMSON : TEKAN DAN TAHAN
TOMBOL VT DI TV + POWER SWITCH
ON TV
. TV SAMSUNG ‘ CS 29 Z 70 MN Slim
- Tekan power stby +info+menu
agak lama +mute lalu tekan power
on dan gunakan tombol navigasi
atas bawah, kiri kanan untuk
pindah sub menu dan adjustmen.
atau dengan cara lain yaitu
-Tekan stby+help+slee+power on
. TV Digitec Polytron
- Pada remot coneksikan /di
shortkan pin 13 dan 14 atau pin 16
pada ic remot control.
. TV AKIRA
Pada tv akira untuk servis
beraneka ragam caranya
tergantung darì model chasìs yang
di gunakannya di antaranya :
- IC MCon . Toshiba TMPA 8821
PSNG
caranya antara lain :
- Tekan vol min sampai nol
- Tekan display ‘maka keluar ”S
‘kemudian gunakan navigasi atau
arah panah kanan kiri dan atas
bawah pada remot untuk proses
adjusment.
- IC MCon M 37160 dan IC croma M
61266 caranya antara lain :
- Tekan vol min sampai
nol ,kemudian tekan ”menu lalu
tekan code ‘6483′ dan tekan
‘display untuk keluar.
atau dengan cara lain yaitu :
- Tekan mute+sleep+pp dan test
tekan angka 1 sampai 9 lalu mute
untuk factory mode adjusment.
- IC MCon LC 863328B dan LA
76810A/18A
- Tekan menu 2x kemudian ‘ch
view/quick view +mute atau time
untuk memilih atau pindah
halaman.
- IC MCon ST 92 T 195 D 702 dan
STV 2248C
- Tekan ‘menu pada remot dan av
pada tombol control panel
- Tekan prog + untuk memilih
halaman
- Tekan vol + untuk pengaturan
nilai jusment.
-IC MCon/croma TDA 9384
- Tekan clock + pm , kemudian
‘ time ,setelah itu masukan angka 0
sampai 9 untuk memilih halaman
dan ‘vol + - untuk mengatur
nilai ,lalu tekan ‘display untuk
keluar/mengakhiri.
. TV LG
- Tekan dua tombol bersamaan
yaitu : ”OK pada remot dan ”OK
pada panel tv, atau cara lain yaitu :
- Tekan ‘ menu di remot dan ‘menu
pada panel di tv.
. TV Polytron
- Posisi tv stby
- Tekan dan tahan ‘menu di remot,
hingga tv menyala . Kemudian
kode akses angka 1-0-1-3
. TV Panasonic
- Short pin fa-1 dan fa-2 atau TP-8
ke ground
. TV Panasonic TX series
- Tekan vol - di control panel tv +
OSD
. TV Sharp
- Short pin 6dan 7 pada ic mcu TDA
9381 PS/N1/XXX
atau kita lihat di chasis pcb lubang
kecil di pinggir sebelah kiri ada
jumper dua sejajar , ìtu yang di
shortkan. Kecuali tv sharp
yang model lama , Q Beat ada di
dekat tuner yaitu swith selector.
. TV Cristal
- TV pada posisi stby
- Tekan vol up + vol down secara
bersamaan, kemudian tahan
hingga tv on, atau
- Tekan vol min : 0 , tekan vol+ dan
vol- bersamaan pada panel tv
selama 3 detik .
- Untuk tv ‘29 pada remot ,pin 14
ada yang belum ada swithnya.
. TV Philips
- Posisì tv stby
- Tekan angka : 0 -6-2-5-9 dan
menu . atau
- Tekan angka : 0-6-2-5-9-6 +
display , tekan ‘1-2-3 .
- Tekan angka 5-8-0-0 unuk model
lainya.
. TV Akari
- Tekan ’sleep pada remot dan
‘menu di control panel tv.
. TV Hitachi, Hitachi Pujian , Singer
- Tekan dan tahan tombol AV, di
panel tv, kemudian hidupkan
‘ power on /off swith.
Cara ini biasanya buat chasis V2
istilahnya, untuk chasis model lain
menggunakan remot master.
. TV Sony
- Posìsi vol min
- Tekan stby ,tekan angka 5 dan
power pada remot, muncul factory
mode
- Tekan 1 - 5 untuk pindah
halaman
- Tekan 4 - 6 untuk mengubah nilai
adjusment, dan tekan store untuk
menyimpan data yang telah kita
just.
. TV JVC
- Tekan dan tahan bersamaan
OSD/Display+Menu atau OSD/
Diplay+ Picture.
. TV Aiwa
- Pada remot di buka, bagian atas
tombol ‘vol +
. TV Thomson/RCA
- Tekan tombol vt di panel tv +
power on swith tv.
. TV Samsung Slim ‘CS 29 Z 30 MN
- Tekan stby + info + menu + mute
+ power on pada RC.
. TV Samsung plano
- Tekan stby + dìsplay + menu +
mute + power on.
. Samsung plano digital HD 100
- Tekan stby + display + menu +
mute + power on atau ‘mute, tekan
angka 1- 8-2 + power display.
Salah satu kode menu servis
untuk TV changhong adalah
sebagai berikut:
kecilkan volume tv ke
minmum atau nol.Tekan
tombol MUTE pada remote
dan tahan, tekan MENU pada
tv. akan timbul logo setting
( S ) .
Biasakan sebelum merubah
settingan parameter,catat
dahulu semua data-data
aslinya sebelum anda
rubah,untuk mencegah
kesalahan pengaturan
parameter.
Jika TV terkunci pada kondisi
CHILD LOCK, tekan menu
sampai masuk ke posisi
SYSTEM,lalu tekan tombol
help atau ( ? ) sampai masuk
ke posisi PARENTAL
GUIDE.masukan kode : 6688
melalui remote,rubah atau
matikan setelan PARENTAL
GUIDE ke posisi OFF

Read More
SERVICE MODE CHINA UOC TOSHIBA TMPA88xx

SERVICE MODE CHINA UOC TOSHIBA TMPA88xx

Kadang kita menjumpai teve China yang tidak jelas merk-nya. Untuk membuka service mode cara-cara dibawah ini boleh dicoba (kami sebagian ada yang belum pernah praktek-kan)



TMPA-8873CPANG 6F53

* Vol minim
* Tekan dan tahan tombol VOL-down di panel tv,
* Kemudian tekan tombol DISPLAY di remote
* Maka akan muncul huruf "S" di pojok kanan atas,
* Ulangi langkah tersebut sampai muncul huruf "D" di pojok kanan atas layar
* Tekan tombol MENU di panel tv ataupun di remote untuk masuk ke MENU 0 sampai ke MENU 11 termasuk juga settingan B/W BALANCE.
* Untuk SAVE/EXIT/KELUAR dari service mode matikan tv.



TMPA-8873CSCNG 6PR6.

* Vol minim
* Tekan dan tahan tombol Vol-down pada panel TV
* Kemudian tekan tombol DISPLAY pada remot,sampai muncul kata "FACTORY"
* Tekan tombol DISPLAY 1x untuk masuk ke B/W setting
* Tekan DISPLAY 1 kali lagi untuk masuk ke settingan F1 atau: -tekan tombol angka 0 untuk masuk ke B/W -tekan tombol angka 1 untuk masuk ke F1 -tekan tombol angka 2 untuk masuk ke F2 -tekan tombol angka 3 untuk masuk ke F3 -tekan tombol angka 4 untuk masuk ke F4 -tekan tombol angka 5 untuk masuk ke F5 -tekan tombol angka 6 untuk masuk ke F6 -tekan tombol angka 7 untuk masuk ke F7 4.
* Untuk menyimpan/SAVE/keluar/EXIT tekan tombol DISPLAY di remot.



TMPA-8800CPN-3GV1 244KJ

* Vol minim
* Tekan dan tahan tombol Vol-down pada panel TV
* Kemudian tekan CALL maka akan muncul mode S. disitu ada beberapa setingan.
* Kemudian tekan Vol-down dan tahan
* Tekan CALL pada remote lagi maka akan muncul menu D
* Tekan MENU untuk memilih opsi



TMPA-8851CPNG-6EG1

* Vol minim
* Tekan dan tahan VOL-down pada panel TV
* Tekan DISPLAY diremote



TMPA8821CPNG-4UD4

* Tekan 30 channel
* Tekan 88 channel
* Tekan VOL -down
* Tekan MUTE.



TMPA8891CSCNG6V12

* Set Vol pada TV minimum
* Tekan dan tahan tombol Vol-down pada panel TV dan tekan DISP pada remote.
* atau Tekan MENU, CH-down dan masukan kode 2483 atau 6483.
* atau (Di remote ada tombol tersembunyi dibawah tombol PP)

Read More
MENGHILANGKAN MAGNETISASI (DEGAUSSING) CRT

MENGHILANGKAN MAGNETISASI (DEGAUSSING) CRT

Beberapa waktu yang lalu di sebuah FORUM DISCUSSE ELEKTRONIK Banyak teman-teman yang mendiskusikan tentang GAMBAR PELANGI di televisi berwarna.
Terjadi perbincangan yang seru dan hangat sekali, karna forum tsb.begitu familiar dan sangat terjaga betul pertemanan/persaudaraan yang di jalin antar sesama pekerja elektronika.khusus nya montir/teknisi televisi.
Ada member yang bertanya " bagaimana caranya menghilangkan pelangi di tv yang terlanjur kena medan magnet".
banyak sekali masukan-masukan atau solusi yang di berikan oleh rekan-rekan teknisi yang yang kebetulan manjadi member di forum tsb.
Salah satu nya sang moderator yang menyaran kan bikin sendiri alat degausser yang memang sangat simpel cara merakit/pembuatan nya.
Baiklah,menganai GAMBAR PELANGI di tv,saya akan ulas tentang degaussing sebatas pengetahuan saya dan hanya sekedar untuk menambah atau berbagi pengetahuan.
Bila ada yang salah mudah-mudahan pembaca sudi kiranya untuk memberikan koreksinya.
degaussing artinya adalah "menghilangkan magnetisasi".
Nama itu berasal dari satuan gauss, yang mengukur kerapatan fluks.Tujuan degaussing adalah menghilangkan fluks magnetik dari logam-logam yang telah termagnetisasi.
Dalam pesawat televisi berwarna,chasis baja dan penopang nya,yaitu kerangka bagian-bagian dalam nya. Semuanya terpengaruhi oleh magnetisasi yang terinduksi.Medan-medan magnet lokal ini dapat mempengaruhi lintasan elektron didalam tabung gambar, yang menyebabkan kesalahan dalam pendaratan berkas dan mengakibatkan pencemaran kemurnian warna.
Oleh karna itu,mainan anak-anak ,aktive speaker atau alat-alat lain yang mengandung magnet sebaik nya di jauhkan dari pesawat televisi berwarna tsb.
Dalam tabung berwarna magnetisasi sangat mempengaruhi kemurnian warna dan konvergensi (pengumpulan) untuk ketiga berkas elektron.
Di dalam pesawat televisi berwarna ada semacam kumparan degaussing yang dipasang di dalam penopang tabung bagian atas,dan di pada sisi-sisi layar.
Suatu arus kuat bolak balik akan melalui kumparan ini pada saat televisi di hidupkan,kemudian arus berkurang dengan cepat sampai suatu nilai yang dapat di abaikan dalam waktu kurang dari satu detik.
Pengontrolan arus degaussing dapat dilakukan dengan tahanan khusus yang bergantung pada temperatur yang di sebut posistor yang terletak secara seri dengan kumparan-kumparan degaussing.
Untuk menghilang kan gambar pelangi di tv yang sudah terlanjur terkena medan magnet,bisa di lakukan secara manual.
yaitu dengan membuat peralatan degausser sendiri.bisa dengan degaussing bekas tv berwarna yang sudah tidak terpakai lagi.
kumparan degaussing (bekas tv ) yang sudah kita beri arus bolak balik dekatkan pada layar tv gerakkan secara perlahan-lahan sejajar dengan layar,dengan ujung,dan dengan sisi-sisi kabinet TV.lakukan beberapa kali meliputi seluruh bidang permukaan.Selanjutkan untuk menurunkan medan perlahan-lahan ke nol,tariklah kumparan dari pesawat tsb.sejauh kabel catu daya yang mencapainya.taruhlah kumparan secara mendatar pada lantai,dan kemudian putus kan daya.



Daya tidak boleh diputus kan selagi kumparan di dekat tabung tv.
Arus nya mungkin terpotong pada atau di dekat nilai puncak nya.Maka suatu medan magnet yang kuat akan di indusir di dalam kerangka-kerangka penopang tabung oleh penurunan arus yang tajam.,yang terbalik dengan yang kita inginkan.
Degaussing melakukan lebih daripada menghilangkan medan magnet yang terinduksi sebelumnya.Juga membentuk suatu medan magnet lokal yang secara parsial menghilangkan efek medan magnet.

Oleh karna alasan ini,magnetisasi pesawat TV seharus nya di lakukan selagi menghadap ke arah yang sama seperti yang di gunakan pada waktu menonton yang sesungguh nya.Jika tidak,medan yang ada di dalam nya akan menjadi gangguan jika pesawat penerima di putar 90 derajat setelah magnetisasi nya di hilangkan.

Read More
Mosfet Tester N-Type

Mosfet Tester N-Type


Bagi teman-teman yang kesulitan test mosfet coba pakai rangkaian seperti diatas, murah meriah.Copy dari : http://www.soloelectronica.net/

Read More
Short Katoda Dengan G1

Short Katoda Dengan G1

Kadangkala kita dapat servisan tv yang kerusakannya berupa tv bisa hidup normal,suara juga normal hanya saja layar tiidak menampilkan gambar alias blank dengan warna tertentu dengan disertai line-line horizontal di seluruh bagian layar CRTnya,hal ini di sebabkan karena katoda short terhadap G1,bila yang short katoda merah(R) maka layar akan blank berwarna merah di sertai line-line horizontal,bila yang short katoda hijau(G) maka layar akan blank berwarna hijau disertai line-line horizontal,bila yang short katoda biru(B) maka layar akan blank berwarna biru disertai line-line horizontal.Trik yang biasa saya lakukan bila mendapat kasus seperti ini adalah dengan memberi tegangan tinggi sesaat pada katoda yang bermasalah yaitu dengan cara ambil seutas kabel kira-kira 50cm yang di salah satu ujungnya sudah kita tambahkan jepit buaya dan yang ujungnya lagi kita kasih bekas 1 pin soket CRT biar mudah pemakaianya,kemudian tarik soket blok RGB dari CRT,tancapkan/tusukkan kabel yg sudah bersoket tadi ke katoda yang bermasalah,sedangkan ujung kabel yang sudah berjepit buaya tadi kita jepitkan ke ujung obeng minus yang sudah kita selipkan ke dalam kop tudung anoda,lalu hidupkan tv sebentar saja mak crrrrrtttt.....kemudian lepas lagi kabel dan obeng tadi dan pasang kembali blok RGB soket ke CRT dan coba hidupkan tv untuk melihat hasilnya,bila belum berubah ulangi langkah di atas,bila sudah normal,berarti pekerjaan sudah selesai.Metode pemberian tegangan tinggi sesaat seperti ini juga bisa digunakan pada short G2/fokus terhadap G1,dan Alhamdulillah selama ini 90% berhasil,tapi perhatian buat rekan-rekan yang masih pemula ya DON'T TRY THIS AT WORK,VERY DANGEROUS! hehehe...Sukses Buat Kita Semua

Read More
Flyback TV dan Persamaan

Flyback TV dan Persamaan

Pin Flyback dilihat / dihitung dari bawah searah jarum jam.



1. AKARI / FUJITEC China

* 14" BSC 22 - 01N401
* 14" BSC25 - 1194
* 20/21" BSC25 - 4803T
* 14" BSC22 - 2007 (B+125)
* 20" BSC25-N0803A

COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_NC
2. AKIRA

* 14" JF0501 - 1901
* 21" BSC23 - N0114

COL_B+115V_GND_185V_H_ABL_GND_16V_NC_24V

AKIRA Vert +14v dan -14v

* 21" JF0501 - 19959
* 21" BSC25 - 0235A

COL_B+115V_+14V_-14V_GND_H_AFC_ABL_NC_185V

AKIRA / FUJITEC IC8893CPBNG.......

* 21" BSC25 - 05N2135H
* 21" BSC25 - N0379

COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_180V

3. AIWA 14/20"

* 84-L83-606-01
* FTK 14B011

COL_B+115V_24V_GND_185V_H_ABL_GND_AFC_12V

4. DETRON

* 14" 154 - 164F
* 20" 154 - 165D

24v_14v_B+115V_H_AFC_ABL_GND_185V_NC_COL

5. SHARP

* 14" F0067PE
* 20" F0069PE

COL_B+115V_24V_16V_NC_AFC_GND_H_185V_ABL

* 21" F0147PE

COL_B+115V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL

* 14" F0193 / 21"F0194

Col_B+115V_GND_40V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
6. SHARP picollo

* 14" BSC26 - 2631S / FA060 WJ - SA
* 21" JF0501-32601 / A071WJ - A

COL_B+125V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL

7. GOLDSTAR / LG / AKARI / INTEL

* 154-177B
* 154-064P
* 6174-8004A (kadang 12V/16V gak ada)
* 6174Z-6040X

COL_185V_B+115V_GND_16V_24V_40V_ABL_H_AFC

* 154-177E

COL_185V_B+90v_BOOST UP_25V_12V_GND_ABL_H_AFC

8. JVC

* 21" BSC25 - 0262

COL_B+115V_AFC_NC_24V_GND_H_ABL_185V_ GND
JVC AV20NX

* 21" JF0501 - 3241 / QQ0189 - 001

Col_B+115v_ AFC_-12V_+12V_Gnd_HT_ABL_185v_Gnd

9. FUJITEC lama

* 14" bsc22 - 2314H

COL_B+115V_180V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC
10. PANASONIC lama:

* 20" TLF 4N052

Col_B+115v_Nc_24v_H_180v_Gnd_Gnd (R2W 1 ohm)_16v_ABL

* ZTF N82014B

Col_B+140v_Nc_+16v_Gnd_H_Gnd_ABL_-16v_ 180v

11. SANSUI

* JF051 - 1206

COL_B+115V_185V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC

12. LG

* 20": 6174 - 6006E

Col_185v_B+115V_Gnd_-14v_+14v_Gnd_ABL_H_AFC

* 21" 6174V-6006H (Flat & Super Slim)
* 21" BSC24-3366J (Super Slim)

COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC

* 29" 6174Z - 5003A

Col_B+115v_+14v_-14v_200v_Gnd_Nc_28v_ABL_H


LG ultra Slim


* 21" BSC25-N0363
* 29" BSC26-N2138

Col_B+115V_+14V_-14V_200V(Video)_Gnd_Inner_26V_Abl_H

13. TOSHIBA

* 14" TFB 4067 BD
* 21" TFB 4125CH
* 29" TFB 4086A

COL_B+115V_185V_GND_NC_24V_12V_ABL_H_AFC
14. POLYTRON / DIGITEC

* 20" FCM 20 B 061N
* 21"JF 0501- 19577

COL_B+115V_GND_NC_185V_H_NC_ABL_+12V_-12V


* 21" JF0501-195913

Col_B+115V_Gnd_185v_Nc_H_25v_Bcl_12v_Afc

15. POLYTRON lama

* 14" FCK 14A006
* 20" FCM2015H
* 20" FTK21R002

NC_NC_GND_185V_16V_H_24V_ABL_B+115V_COL
16. SAMSUNG

* FSV 14A004
* FSV14A001
* FSV20A001

16,5V_AFC_H_24V_180V_GND_NC_ABL_B+125V_COL

* FOK14A001
* FSV-14A004C
* AA26-002101A


+16,5V_24V_H_-16V,5_185V_GND_NC_ABL_B+125V_COL

* 14/21" Flat FOK14B001

Col_NC_B+123V_NC_200V_Gnd_H_-16,5V_+16,5V_ABL
17. TV China

* BSC 25 Z 603F
* BSC 25 - 4813A

TP1_COL_TP2_B+115v_TP3_TP4_GND_H_ABL_NC
18. TV China

* BSC 25 - 2004PR

COL_B+115v_NC_AFC_GND_H_ABL_NC_TP1_TP2

* BSC24-01N4014K
* BSC25-T1010A

T1_COL_T2_B+115v_T3_T4_GND_H_ABL_180V

19. SANYO

* 21" L 40 B 15300 / L40B17100
* JF0501-32639 (SANYO SLIM 21")

COL _B+115V_NC_185V_AFC_ABL_NC_LOW B_H_GND

SANYO SLIM FLAT 29"

* BSC26-2629S part no: ILB4L40B07500

Col_B+140v_Nc_Video 185v_Afc_Abl_Nc_Low B_H_Gnd
Tr Hor D2634
20. TCL

* 21" BSC 25 - 0299D
* JF0501-1914
* BSC25 - 0231


185V_COL_AFC_B+115V_12V_24V_ABL_GND_NC_H

21. TV China

* 29" BSC26 - 3606A

Col_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_T1_T2_T3
22.TV China

* 29" BSC28 - N2329

Col_TP2_B+115V_GND_185V_NC_NC_ABL_H_AFC
23. TV SAMSUNG

* 29" FUH29A001 /
* SAMSUNG FLAT SLIM JF0501 - 91911 (FQH29A003)
* 21" SLIM FQH21A004 (FUH29A001B (S) )

COL_NC_B+125V_NC_200V_GND_H_-16,5V_+16,5V_ABL


24. KONKA

* 14" BSC25-2023S
* 14" BSC25 - 0106
* 21" BSC25-2666S
* 20" BSC25-0111

COL_185V_B+115V_GND_AFC_14V_ABL_H_NC_NC
25.SONY

* 8-598-858-00
* 8-598-831-00
* 8-598-811
* 1-453-284-11

COL_B+_200V_H_GND_-13V_GND_+13V_NC_ABL

26. RCA
14" 6174Z - 8006A

B+110_Col_6.5V_Gnd H_H_Abl_-12V_Gnd_180v_+12v
Read More
TV Repair Procedures

TV Repair Procedures

Sedikit tips sebelum reparasi tv maupun elektronik

1. Sebelum menservis, sebaiknya cukupi/sediakan peralatan servis yang dibutuhkan dan siapkan peralatan-peralatan standar keamanan servis (jika ada).
2. Jika Anda seorang muslim, jangan lupa baca Basmallah sebelum mengerjakan sesuatu, termasuk servis.
3. Setelah berhasil membuka perangkat, sebaiknya bersihkan dulu mesin dari debu/kotoran, kalo perlu bersihkan juga bagian jalur PCB (bawah) dengan thinner. Jika mesin TV kelihatan bersih, proses servis lebih mengasikkan dan tidak menjemukan.
4. Amati semua komponen yang secara fisik ditemukan kejanggalan misalnya berkarat, gosong, retak, menggembung, dll. Jika ditemukan, segera dicek atau diganti.
5. Solder ulang pada bagian-bagian/solderan yang disinyalir retak dan akan retak. Misalnya resistor-resistor besar (1 atau 2 watt), kaki-kaki IC dan STR dll). Manfaat lain dari solder ulang, secara tidak langsung penyervis akan belajar memahami blok-blok dari mesin TV yang sedang diservis.
6. Khusus TV/perangkat yang sudah dilengkapi dengan Servis Menu, sebaiknya cek dulu data servis menunya sebelum menyolder, hampir sebagian besar kerusakan TV jenis ini disebabkan oleh berubahnya data settingan. Lumayan jika cuma mengubah data servis saja.
7. Hanya menservis per-blok, jangan berfikir kemana-mana. Usahakan tidak berfikir yang sulit-sulit terlebih dahulu, kadang kerusakan hanya bersifat 'sederhana'.
8. Jika menemukan kesulitan, lakukan tindakan pengumpulan data, misalnya bertanya ke teman, membaca datasheet, skema dll.
9. Jika ditemukan komponen/blok yang rusak, cari penyebabnya terlebih dahulu sebelum penggantian. Misalnya transistor horisontal rusak/mati mungkin disebabkan oleh TFB yang konslet.
10. Setelah TV yang diservis bisa menyala normal, biarkan menyala selama 5 s/d 15 menit, selama menyala amati jika ada gejala tidak normal, misalnya suara yang 'aneh', setelah dimatikan, sentuh/cek komponen-komponen aktif dari panas berlebih (overheat), jika dirasa sudah beres, bisa ditutup kembali dan menunggu bayaran.

Teknisi profesional - bekerja profesional (2)
Jadilah teknisi profesional.

Bekerja - berfikir - bertindak dengan cara profesional.

Pernahkan rekan teknisi mendengar berita bahwa “seorang bocah telah meninggal dunia karena tersengat listrik ketika sedang berkaraoke”. Kalau di negeri ini beritanya tentu akan berhenti sampai disitu saja. Dinegara maju lain halnya, konsumen atau polisi dapat melanjutkan untuk melakukan penyelidikan yang lebih jauh.
• Apakah telah terjadi kesalahan dalam design atau proses produksi ?
• Atau pesawat pernah direpair dan kesalahan disebabkan oleh kelalaian teknisi?

Ini cerita lain lagi. Belum lama ini kami menerima repair JVC model C-147. Saat memeriksa pesawat tersbut perhatian langsung tertuju pada :
• VR volume sudah dimodifikasi, dan VR dipasang disamping cabinet tanpa knop.
• Jack RF antena input telah diganti degan konektor RF yang biasa dipakai mesin china yang dijual. Entah kenapa alasannya mesti diganti ?
Lha.... ini kan sangat “membahayakan konsumen”. Kami tahu bahwa pesawat ini menggunakan “HOT CHASIS”. Kalau konsumen sampai menyentuh jack antena maka ada resiko kena sengatan listrik.
Kamipun berpikir :
• Teknisi yang telah melakukan modifikasi ini mungkin belum paham mengenai masalah ini.
• Teknisi tidak menyadari bahwa pekerjaannya tersebut dapat membahayakan nyawa orang lain.
Hot chasis artinya chasis pesawat ini kalau disentuh ada resiko orang kena sengatan listrik (atau kesetrum....gitu) langsung dari jala-jala listrik, karena grounding pesawat semuanya langsung berhubungan dengan ground bagian power suply.
Oleh karena itu pada pesawat model-model seperti ini :
• Jack RF antena input dipasang modul yang berisi kapasitor untuk mengisolasi agar tidak berhubungan langsung dengan chasis.
• Jack AV-in menggunakan siekit photo-coupler untuk mengisolasi agar jack input tidak berhubungan dengan chasis.
Kalau pernah membaca SERVICE MANUAL merk-merk teve, maka pada halaman pertama hampir selalu ditulis peringatan masalah keselamatan atau SAFETY INSTRUCTION. Disitu ditulis suatu prosedur pengecekan yang harus dilakukan sebelum pesawat diserahkan ke konsumen. Yaitu pengecekan dengan meter yang dihubungkan dengan ground bumi (yang dapat disambung ke pipa PAM, atau kabel yang ditanam). Kemudian semua metal part seperti jack antena, jack AV-in, jack speaker out dan lain-lain yang ter-ekpose keluar harus dicek dengan meter tersebut untuk mengetahui apakah mengandung tegangan listrik yang dapat menyengat. Disitu ditulis batasan maksimum arus listrik yang diperbolehkan yang tidak membahayakan.

Sebetulnya banyak SAFETY PRECAUTION yang kadang kami jumpai kurang diperhatikan teknisi, antara lain ialah :
• Fuse diganti dengan kabel listrik. Yang lebih konyol lagi dipasang dengan timah solder. Masih mendingan kalau diganti dengan selembar-serabut isi kabel, berarti teknisi masih paham mengenai tujuan pemasangan fuse. Kami biasanya menggunakan satu lembar (sak ler boso jowone.....) serabut dari kabel murahan yang isinya kecil-kecil untuk pengganti sementara fuse.
• Fuse resistor diganti dengan resistor biasa. Kalaupun tidak ada gunakan resistor dengan watt kecil. Pemasangan jangan mepet-nempel ke pcb, untuk menghindarkan kalau resistor terbakar tidak merusak pcb.
Kedua hal tersebut sangat berhubungan dengan resiko kebakaran (walaupun prakteknya jarang sekali terjadi).

Gambar diatas adalah merupakan standard “LEAKAGE TESTER” yang merupakan
alat yang digunakan untuk memeriksa tingkat kebocoran ac pada semua peralatan elektronik.
Maksimum tegangan yang diperbolehkan adalah 0.75v ac, dimana hal ini maksimum akan
memberikan arus sebesar 0.5 mili-ampere jika disentuh, yang dianggap level masih aman.
Pemeriksaan dilakukan dengan cara membolak-balik colokan ac cord (kabel listrik).

Apakah “test pen” dapat dipakai untuk memeriksa kebocoran ac seperti ini ?

Pesawat yang normalpun kalau ditest pakai test pen pasti akan menyala, jadi tidak dapat dipakai sebagai standar pengetesan.
Bagaimana kalau konsumen menginginkan tidak ada kebocoran ac sama sekali.
Kebocoran ac dapat dihilangkan dengan meng-ground-kan chasis pesawat.
• Sediakan kabel secukupnya.
• Salah satu ujung kabel dihubungkan dengan chasis pesawat
• Ujungkabel lainnya dihubungkan ke ground bumi. Dalam hal ini bisa di dipasang pada paku ditembok atau dijepitkan dibawah kaki meja.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan setelah selesai melakukan repair :
• Pastikan kabel tegangan tinggi tidak menyentuh atau terlalu dekat tabung gambar atau def yoke.
• Pastikan kabel-kabel konektor tidak ada yang menyentuh resistor watt-besar yang panas.
• Jika ac cord (kabel listrik) lecet-lecet informasikan ke konsumen untuk diganti.

Read More
Sistem Protek pada TV

Sistem Protek pada TV


Sebelum mengulas lebih jauh tentang proteksi, sebaiknya diulas dulu sistem ON/OFF atau sistem standby dari perangkat TV. Metode-metode standby antara lain :
1. Menghidupmatikan power supply, ciri power supply ini adalah mempunyai besar tegangan output yang ‘jauh’ berbeda ketika ON dan STANDBY. Jika diurut pin out power control dari IC program langsung mengontrol power supply. Hampir sebagian besar TV saat ini menggunakan sistem standby jenis ini.

2. Menghidupmatikan tegangan H-VCC. Misalnya mesin sasis china, yang dihidupmatikan adalah tegangan H-VCC yang mensupply ic osilator. Contoh lainnya adalah TV-TV era ic TDA8361, TA8690AN. Tegangan output power supply jenis ini tetap.

3. Menghidupmatikan tegangan bias untuk transistor driver horisontal. Jenis ini dapat ditemukan di sasis TV sharp yang menggunakan TDA83xx, sedangkan H-VCC terus-menerus mendapatkan tegangan. Tegangan output power supply jenis ini tetap.

4. Melalui bus data, I2C (SDA/SCL), jenis ini jarang ditemui. Hampir semua ic jenis baru, support untuk metode ini.

5. Kombinasi, selain menghidupmatikan H-VCC juga menghidupmatikan Power Supply.

PINTU ATAU PIN-PIN PROTEKSI
1. Pin IC program, karena IC program merupakan ‘otak’ dari perangkat TV, maka pada IC program dilengkapi dengan pin protek. Umumnya berjenis high state, yaitu normalnya pada level/logika high (tegangan hampir/sama dengan VCC). Jika terdeteksi menurunnya tegangan pada pin ini, maka IC program akan segera menshutdown perangkat TV.

2. Pin IC jungle/chroma/osilator. Umumnya, pada IC jenis baru (misalnya AN5606, TDA836xx, dll) dilengkapi dengan pin proteksi EHT, pada pin ini umumnya berjenis Low State, yaitu berlogika Low (0 volt atau beberapa volt saja ketika normal). Jika terdeteksi tegangan yang melebihi ambang tegangan proteksi, maka IC segera mematikan osilator horisontal.

3. Power supply control, dapat ditemukan di TV model-model jadul, jika ditemukan tidak normal maka rangkaian proteksi akan segera mematikan/me-standby powersupply.


SISTEM PROTEKSI MENURUT BENGKEL

Adanya sistem proteksi pada TV, bukan berarti dengan melepas/melumpuhkan proteksi sudah dianggap selesai garapan TVnya. Banyak bengkel yang hanya melepas protek dan langsung bayaran, tanpa menghiraukan fungsi dari protek tersebut.

JENIS-JENIS PROTEKSI
1. Proteksi Tegangan Lebih Arus Besar (OverVoltage 1)
Jenis proteksi ini difungsikan untuk melindungi perangkat dari bahaya/tegangan petir atau naiknya tegangan AC_IN. Ciri proteksi terhadap petir yaitu dengan ditemukan adanya kabel yang dihubungkan dari GND tuner menuju ke ‘titik yang tidak terhubung’ didekat konektor input AC_IN. Prinsip dasarnya menggunakan kapasitas tegangan maksimal kapasitor. Jika diamati, kabel tersebut dihubungkan kepada jalur PCB yang ‘sengaja’ dibuat untuk lintasan elektron/tegangan menuju ke jalur listrik input. Jika ada tegangan yang melebihi kapasitasnya, maka tegangan/elektron tersebut akan ‘dibuang’ begitu saja menuju ke jala-jala listrik.
Proteksi arus besar lainnya adalah proteksi tegangan AC_IN, menggunakan komponen sejenis zener tegangan AC (DIAC), pada komponen ini dapat dibaca tegangan kerjanya. Penempatannya secara paralel terhadap AC_IN dan setelah sekring. Jika ada tegangan yang melebihi batas komponen ini maka komponen akan konslet dengan sendirinya, karena konslet, akhirnya sekring putus. Bentuk fisik komponen dimaksud mirip dengan kapasitor tegangan tinggi, dan umumnya berwarna biru muda.

2. Proteksi Tegangan Lebih Arus Kecil (OverVoltage 2)
Fungsi proteksi ini untuk mendeteksi tegangan berlebih pada titik yang disensor. Komponen utama yang dipakai umumnya menggunakan dioda zener. Pada dasarnya, dioda zener akan menghasilkan tegangan selisih jika dialiri arus secara mundur/terbalik. Untuk lebih jelasnya lihat skema berikut ini :

Pada skema diatas, tegangan output (VOUT) dihasilkan dari perhitungan VIN – VZ. VZ adalah tegangan kerja dari zener. Rumus tersebut hanya penyederhanaan, tidak mengikutkan elemen R LOAD.
Dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa jika ada tegangan output (VO) berarti tegangan input sudah melebihi dari tegangan yang ditentukan (VZ). Kesimpulannya, ada tegangan jika protek.

3. Proteksi Tidak Ada Tegangan (NoVoltage)
Tidak seperti proteksi Over Voltage, proteksi ini menyensor ada tidaknya tegangan pada suatu titik. Coba amati skema berikut :

VIN merupakan tegangan stabil, umumnya sebesar tegangan VCC ic program (5V atau 3V3). Tegangan VIN melalui R_PULL_UP hingga menjadi tegangan VOUT. Persyaratan utama dari sensor ini adalah tegangan VOUT tidak boleh melebihi dari V_DIPROTEK. Sedangkan R_LOAD adalah beban pada tegangan yang disensor.
Cara kerjanya cukup sederhana, jika tegangan yang disensor tidak ada, maka tegangan out (VOUT) akan dikonsletkan oleh dioda (lihat arah panah dioda) sehingga VOUT akan turun nilainya (akibat R_LOAD). Derajat/besar penurunan tegangan VOUT inilah yang disensor. Sebaliknya, jika ada tegangan pada titik yang disensor, secara otomatis tegangan VOUT akan tetap karena tegangan yang disensor tidak akan ‘melompati’ dioda (kecuali dioda proteksinya bocor/rusak). Kesimpulannya, tidak ada tegangan jika protek.

4. Proteksi Suhu Lebih (OverThermal)
Pada rangkaian TV modern, proteksi ini sudah masuk dalam komponen aktif, misalnya STR-Wxxxx. Cara kerjanya hanya menyensor jika suhu kerja melebihi dari titik proteksinya.

5. Proteksi Emisi Sinar X (X-RayProtection)
Salah satu radiasi/emisi yang ‘tidak dikehendaki’ dari tabung elektron adalah emisi sinar X. Secara alami, tabung elektron akan mengemisikan sinar X pada nilai tertentu yang diperbolehkan. Jika tabung mendapatkan tegangan kerja yang melebihi dari tegangan normalnya, maka kuantitas sinar X yang dihasilkan juga membesar sehingga berbahaya bagi pemakainya. Pada CRT modern, sudah dilengkapi dengan screen protektor yang tujuannya untuk mengurangi emisi tersebut. Bukan hanya tegangan HV yang mempengaruhi tingkat emisi, terang tidaknya gambar juga mempengaruhi kuantitas emisinya.
Selain pemasangan screen protektor, tegangan HV untuk supply CRT juga disensor, karena untuk menyensor tegangan HV (yang pada TV 14in sekitar 20 an kilovolt) sangat sulit sekali maka untuk menyensor tegangan tersebut menggunakan kaki ABL dari TFB. Prinsipnya adalah besar tegangan ABL akan selalu mengikuti dari terang tidaknya layar. Jika CRT terang, secara otomatis CRT akan menarik banyak elektron, sehingga tegangan ABL juga akan turun.
Sebaliknya, jika CRT menampilkan gambar gelap, tegangan ABL akan naik. Yang disensor adalah titik minimum dari tegangan ABL. Tidak boleh kurang dari level/tegangan minimum yang ditentukan.
Selain tegangan ABL, proteksi X-Ray juga menggunakan proteksi OverVoltage yang menyensor tegangan sekunder TFB, misalnya tegangan Heater. Sensor yang dipasang pada titik arus katoda juga dapat difungsikan sebagai proteksi X-Ray, misalnya pada pin5 IC RGB out (TDA6107) merupakan sensor IK (cathode current). Prinsip kerjanya adalah mengeluarkan tegangan yang mirip dengan ABL tetapi besar tegangannya terbalik, semakin terang, semakin tinggi tegangannya.

6. Proteksi Sinkronisasi
Tanpa sinyal video, perangkat tv dengan sendirinya akan menghasilkan sinyal SandCastle (gambar semut/pasir) yang ditampilkan. Frekuensi-frekuensi free running (horisontal dan vertikal) diset pada nilai-nilai tertentu (tergantung model dan jenis IC-nya). Jika ada sinyal video, sync separator (pemisah sinkronisasi) akan mengadjust frekuensi-frekuensi tersebut berdasarkan sinyal sinkronisasi yang dibawa oleh video. Jika gagal dalam penyinkronan, secara otomatis akan protek.
Sinkronisasi vertikal membutuhkan pulsa vertikal out, sedangkan sinkronisasi horisontal membutuhkan sinyal AFC dari TFB. Jadi sinkronisasi tujuannya untuk mengunci frekuensi-frekuensi osilator freerunning tersebut berdasarkan sinyal video yang masuk. Proteksi sinkronisasi umumnya sudah masuk dalam IC jungle/osilator.


MENCARI DAN MENGIDENTIFIKASI JALUR PADA TV


Kegiatan perbaikan perangkat elektronik tidak lepas dari pengurutan jalur-jalur dan identifikasi jalur. Sebenarnya, cara yang terbaik adalah dengan menghafalkan fungsi kaki-kaki dari IC yang penting-penting saja. Tidak harus menghafal, tetapi seiring dengan perjalanan pengalaman servis, Penulis yakin fungsi-fungsi pin tersebut akan hafal dengan sendirinya.
Saking banyaknya jalur beserta fungsi yang berbeda, untuk membatasi masalah, Penulis hanya mengulas beberapa jalur-jalur penting yang telah menjadi Favorite bengkel elektronik, terlebih TV.

1. Pin/kaki Tegangan VCC/VDD padA IC,
Salah satu jenis komponen elektronika yang sulit sekali dimasukkan ke dalam IC adalah electrolyte capacitor/condensator (elko). Pada desain-desain rangkaian elektronika, penggunaan elko salah satunya difungsikan sebagai filter tegangan DC, semakin besar nilainya, semakin baik filtrasinya. Elko ini dipasang sedekat mungkin dengan kaki-kaki VCC/VDD IC, jadi untuk menemukan pin/kaki VCC/VDD sebuah IC, tinggal mencari elko yang paling besar nilainya dan terdekat dengan IC. Dengan catatan, salah satu kaki elko mendapatkan tegangan dari luar IC.
Khusus untuk IC-IC logika (IC digital), seperti CD4052, MC14066, CD4094 dan lain-lain, kemasan dual in-line package (DIP), secara umum pin/kaki VDD/VCCnya berada pada urutan kaki yang terbesar (misal, CD4066, kaki VDD pada pin14, kaki VSS/VEE pada pin7, 24Cxx, VDD=8, VSS=4).

2. Pin/kaki Reset IC Program,
Hampir semua TV saat ini memakai IC program atau mikro komputer (micom) sebagai otaknya. Sedangkan IC program yang pada dasarnya adalah sebuah komputer mikro/mini tentunya mempunyai kaki yang difungsikan sebagai input Reset.
Reset merupakan pin/input yang digunakan untuk memberi sinyal kepada IC program supaya IC program menjalankan kembali rutin-rutin/program dari awal. Dalam proses perbaikan, penggunaan metode hard-reset sangat mempermudah dalam mencari kesalahan-kesalahan dalam perangkat TV yang bersifat logik (misalnya status AV, status pinout program, atau untuk mendeteksi normal tidaknya IC program itu sendiri).
Metode hard-reset dapat dilakukan dengan mengkonsletkan pin reset ic program ke GND/VSS sekitar 1 detian (dalam beberapa type/jenis ic program dengan ‘menarik’ ke VDD).
Tidak lepas dari desain-desain IC program, kaki reset umumnya dapat ditemukan berada disamping salah satu pin/kaki kristal, ditandai dengan terhubungnya kaki tersebut ke output rangkaian reset. Rangkaian reset dimaksud sering kali terdiri dari IC reset (misal, KIA7045) atau dalam bentuk kombinasi transistor dan komponen lain yang membentuk rangkaian detektor tegangan (melepaskan pulsa/denyut reset jika tegangan yang masuk sudah mencapai ambang yang ditentukan). Jenis rangkaian reset ini sering ditemukan di TV sasis china.
Untuk keterangan lebih jauh tentang IC program TV, baca artikel Memahami dan Mengenal IC Program TV

3. Bus Data (I2C)

Pada artikel Memahami dan Mengenal IC Program TV, telah disinggung tentang fungsi dari bus data, tak lain adalah berfungsi sebagai jalur komunikasi antara komputer mikro tersebut dengan perangkat-perangkat atau IC-IC lainnya. Pada desain-desain TV baru, penggunaan bus I2C menjadi sangat populer karena keringkasannya.
Cara tercepat mencari bus data adalah dengan mencari dan membaca data IC-IC yang dilengkapi dengan bus data, misalnya IC memori 24Cxx, pin5-nya adalah SDA dan pin6-nya adalah SCL. Semua jalur yang terhubung pada pin-pin tersebut merupakan jalur bus data yang terdiri dari SDA dan SCL. Bagi seorang teknisi, menghafalkan pin-pin ini merupakan tindakan yang penting dilakukan.
Gangguan-gangguan pada jalur SDA/SCL menyebabkan IC program gagal untuk memerintah/membaca dari perangkat/IC luar. Akibatnya TV tidak menyala (karena subrutin watchdog) atau adanya beberapa fasilitas TV yang tidak berfungsi (misalnya tuner tidak bisa diset). Hal ini sangat logis sekali karena hampir semua fungsi pengontrolan TV diwakili oleh ‘dua jalur’ ini, sehingga perhatian lebih terhadap bus ini sangat penting.

4. Protek
Artikel tentang proteksi dan cara menemukan jalur protek, baca artikel Sistem Proteksi Pada TV

5. Kontrol Power/Standy
Jika Pembaca pernah membaca artikel tentang Sistem Proteksi Pada TV, di artikel tersebut sudah disinggung beberapa metode untuk ‘mematikan’ perangkat TV yang dilakukan oleh IC program. Secara mudahnya, pin kontrol power dapat ditemukan dengan mengurut masukan/input dari rangkaian-rangkaian power_off tersebut. Pada desain TV yang memakai IC KA78R09 atau 090RDA1 pin power dapat ditemukan dengan mengurut dari pin4 IC tersebut karena secara urut pin-pinnya adalah v_input, v_output, gnd dan v_disabled.
Pada desain TV yang power-nya mengontrol smps, dapat diurut dari pengontrol optocoupler. Karena optocoupler bagian dari rangkaian error_amp, maka sangat memungkinkan untuk mengontrol tegangan output dari smps menjadi power_on atau power_off.

6. Kontrol Switch AV
Seperti halnya mencari jalur bus data, jalur kontrol switch AV dapat dengan mudah ditemukan dengan mencari IC atau rangkaian switch AV-nya terlebih dahulu.
Beberapa IC switch (logic) yang sering dijumpai antara lain : LA7016 (pin3), CD4066/MC14066 (pin5, 6, 12, 13), 4051 (pin10, 11, 9), 4052 (pin10, 9) dan 4053 (pin11, 10, 9).
Pada beberapa IC misalnya TDA8361, pin AV switch menggunakan pin16. Sedangkan pada jenis-jenis terbaru, switch AV sudah masuk kedalam IC chroma/jungle dan dikontrol oleh program menggunakan bus data. Meski sudah masuk dalam IC jungle/chroma tetapi tidak jarang juga ditemukan desain yang masih menggunakan swith AV eksternal (semuanya tergantung desainernya).

7. Volume, Contrast, Color dan Brightness

8. Pin-pin IC program yang difungsikan sebagai volume, contrast, color dan brightness berjenis DAC (digital to analog converter). Karena berjenis DAC, cara termudah dengan mengetes kaki-kaki IC program sambil menggerakkan/mengeset volume, contrast, color dan brightness menggunakan tombol panel atau remot.
Cara tersebut di atas terlihat sangat bertele-tele, tetapi memang cara tersebut yang termudah. Untuk model-model desain baru, pin-pin kontrol ini sudah jarang atau bahkan tidak dipakai lagi dan sudah tergantikan dengan bus data.

9. VT (Tuning Voltage)
Seperti halnya pin-pin kontrol volume, pin VT juga berjenis DAC. Pin ini dapat diurut dari kaki VT tuner. Sedangkan untuk mengidentifikasi kaki VT tuner ditandai dengan adanya deretan rangkaian filter RC yang terhubung ke kaki tersebut. Sedangkan ujung/masukan filter RC tersebut terhubung dengan kaki kolektor transistor VT dan basis dari transistor tersebut merupakan input sekaligus output VT dari IC program.
Pada tuner jenis baru yang menggunakan bus data (SDA, SCL), tegangan konstan VT (30an volt) langsung dimasukkan ke tuner sekaligus rangkaian-rangkaian filter-filter RC dan transistor VT. Untuk menggeser/mengeset frekuensi tuner secara praktis menggunakan bus data.

10. Audio Mute

Fungsi audio mute selain dapat direalisasikan dengan mengenolkan tegangan volume, dapat juga dengan rangkaian mute eksternal. Umumnya menggunakan transistor yang kaki kolektornya langsung ‘menyadap’ jalur sinyal audio output (yang masuk ke audio amplifier) dan kaki basisnya dikontrol langsung oleh IC program. Cara kerjanya cukup sederhana, jika kaki basis mendapatkan bias, maka transistor akan ‘membumikan’ sinyal audio pada kolektornya.

11. VIF Output (Video)

Proses sinyal IF pada TV analog menghasilkan sinyal video yang masih tercampur dengan sinyal audio. Sebelum sinyal video ini ditampilkan/diproses lebih jauh, sinyal ini harus difilter dulu untuk mengeliminasi sinyal suara yang masih ada di dalam sinyal output VIF tersebut.
Karena filtrasi sinyal audio pada VIF out mutlak diperlukan, maka cara tercepat mengidentifikasi jalur VIF out dengan mencari rangkaian filternya yang terdiri dari CF yang diparalel dengan lilitan (membentuk notch filter). Sering dijumpai menggunakan CF 5.5Mc diparalel dengan lilitan 15uH.

12. SIF Input dan Audio Output

Setelah jalur VIF out teridentifikasi, secara otomatis SIF input juga dapat teridentifikasi. Sebelum sinyal VIF out masuk ke filter/trap, sinyal VIF ini ‘dicabang’ menuju ke SIF input, umumnya melalui CF terlebih dahulu, fungsi CF ini untuk memilih hanya suara saja yang diproses.
Pada sistem MPX/stereo, SIF input dapat mengambil dan memproses langsung dari pin output IF dari tuner. Sedangkan sinyal audio hasil pemrosesan/deteksi dioutputkan dengan melalui deemphasis terlebih dahulu. Fungsi deemphasis adalah memperbaiki nilai S/N pada audio hasil deteksi. Karena kontrol volume umumnya sudah masuk dalam IC chroma/IF/jungle atau tidak jarang juga yang langsung mengontrol IC audio amplifier, maka output audio dari SIF out langsung menuju ke audio amplifier sehingga lebih mudah diurut.
Sedangkan cara paling kuno yang terbukti efektif untuk mencari pin input amplifier audio yaitu dengan memegang pin-pin audio amplifier

Read More
TV SERVICE MENU ( CHINA )

TV SERVICE MENU ( CHINA )


1. Alternatif_1: Posisi volume pada 0/minimal >> tekan Display >> tekan VolDown di panel TV ditahan >> tekan Display lagi.
2. Alternatif_2: Tekan Menu di remot >> tekan Menu di remot lagi >> tekan Display >> tekan Mute.

LA863328A-5028/2MD0, LC863320A-C81DC
Cari tombol kosong di remot yang tidak dipakai.
Memilih dengan ChUp/ChDown, adjust VolUp/VolDown.

LC863324A-5T51, M37220M3-167SP, LC8633528B-50S8
Masuk ke menu AutoProgram/AutoSearch, kemudian tekan berurutan 6483 untuk masuk ke service menu. Tekan berurutan 6483 lagi untuk masuk ke factory mode.

87CK38N-1H74
Volume posisi 0, tekan Vol- dipanel, tahan tekan OSD/display diremot untuk masuk ke mode S. Ulangi langkah tersebut untuk masuk ke mode D. tekan Power (remot) untuk simpan/keluar.



LC863532A-5Z00
Volume posisi 0, tekan Vol- dipanel, tahan tekan OSD/display diremot untuk masuk ke mode S. tekan Power (remot) untuk simpan/keluar.

M37220M3-010SP
Tekan Menu dipanel, tahan, tekan berurutan 6483. ChUp/Down pilih menu, VolUp/Down adjust data, power (remot) simpan/keluar.


LC863528B-51C3
Tekan Display, tekan Mute 3 kali. Pindah halaman dengan Sleep. ChUp/Down pilih menu. VolUp/Down adjust data. Tekan Menu untuk simpan/keluar.

M37160M8-058FP
Tekan Menu, tekan berurutan 6483. Pindah halaman dengan Mute. ChUp/Down pilih menu. VolUp/Down adjust data. Tekan Power/standby untuk simpan/keluar.

M37160M8-073FP(SMD)
Tekan Mute, tekan PP. tekan (_/__) untuk pindah halaman, tekan TV untuk keluar.

LC863328A-5Y29, 5Y28, 5Y19
Volume posisi 0, tekan Vol- tahan, tekan 0 diremot 3 kali.

LC863528B-52K7
Volume posisi 0, tekan menu 5 kali (masuk ke menu edit channel), pilih PROGRAM

EXCHANGE, isikan 2483. Pindah halaman pakai QuickView.

LC863532B-52H8
Tekan Menu dipanel, tahan, tekan berurutan 888.

LC863532B-55L1 (WCOM)
Volume posisi 0, tekan menu, tekan berurutan 6568. Pindah halaman pakai Display.

LC863524C-55L7
Volume posisi 0, tekan VolDown di panel, tahan, tekan Review diremot. Pindah halaman pakai Mute.

M37160M8-058FP
Tekan Menu, tekan berurutan 6483.

TH-50J2-3RR0
Set volume/balance sampai ke RS03, tekan Menu, tekan Mute.
alternatif_3: Tekan Menu di remot >> tekan Menu di remot lagi >> tekan QuickView >> tekan Mute.

Read More
Kerusakan Tv sharp / ANALISA

Kerusakan Tv sharp / ANALISA


Kerusakan TV Sharp tentu sedikit berbeda dengan kerusakan pada pesawat televisi bermerk lainnya. Karena biasanya kerusakan televisi pada setiap merk akan berbeda penyebab dan kerusakannya. Jika sama kerusakan yang terjadi pada televisi berbeda merk besar kemungkinan penanganan ‘penyembuhan’nya memerlukan tata-cara yang bereda pula.

Kerusakan yang Sesuai Seri IC-nya

Biasanya tiap-tiap televisi mempunyai serinya tersendiri. Pada televisi bermerk Sharp misalnya, ada yang menggunakan IC utama berseri TDA 938PSxxx yang secara umum seringkali mengalami kerusakan pada regulator, IC vertikal, fly back, IC memory, atau bahkan kualitas solderan yang kurang memadai.

Kerusakan yang terjadi pada IC ini sangat beragam penyebabnya, ada yang karena rusak secara alami atau error yang biasanya jangka waktu kerusakannya temporer. Jika karena error atau corrupt, Anda bisa mengatasinya dengan masuk ke menu servis.

Atau di lain kasus, kerusakan TV Sharp yang menggunakan IC utama berlabel TDA 8361/8362 biasanya kerusakan stand by sering terjadi pada regulator 9 Volt. Untuk mengatasinya Anda harus mengganti dengan IC berseri 7809 beserta kapasitor dan dua resistor kembarnya (18 ohm). Periksa juga elco 100-220Uf/160 Volt-nya, apakah tidak kembung? Jangan sampai terlewat untuk memeriksa IC vertikal dan TR horizontal dan semua titik solderannya.

Satu hal lagi yang krusial, yakni apabila televisi Anda tidak mau masuk ‘start’ dan hanya bertahan di posisi ‘stand bye’, maka lepaskan solderan pada IC KIA 7045, yang merupaka IC reset program. Dimana IC ini berfungsi dalam memberikan tegangan 5 volt pada pin reset di IC program (tipe Sharp 51R500) incam/IGR nomor komponenanya IC1003 (KIA 7405).

Mereparasi Kerusakan

Setiap kali Anda mengalami kerusakan TV Sharp, beberapa langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

* Pertama, bersihkanlah mainboard dengan menggunakan cairan thiner dan kuas yang lembut untuk memeriksa apakah ada titik solder yang sudah kendor atau bahkan lepas karena dapat mengganggu sistem dan menjadi penyebab kerusakan ringan pada TV Anda.

* Kedua, setelah bersih, periksalah secara teliti dan cermat semua titik solder di bagian vertikal-regulator/power supply-flyback. Bisa dibilang, pada box inilah sering terjadinya kerusakan karena panas akibat nyala TV yang berjam-jam. Terutama sekali periksa di bagian IC vertikal dan resistornya. Hati-hati ketika mengerjakan bagian ini karena sensitif, walau power sudah dimatikan namun tegangan masih tersisa di elco supply vertical.

* Ketiga, ganti IC vertikal jika sudah rusak yang ditandai dengan berubahnya warna resistor vertikal. Dan ingat kerjakan dengan sangat hati-hati dan penuh ketelitian.

* Keempat, nyalakan televisi Anda, dan perhatikan secara seksama.

Jika belum juga ‘start’ secara normal, maka wajib bagi Anda untuk mengikuti langkah lanjutan sebagai berikut:

* Jika lampu led berwarna kuning ke hijau, lalu berhenti di warna kuning, maka bisa dipastikan kerusakan terjadi pada IC memory. Anda harus menggantinya dengan yang baru/cara mengisi ic memory

* Jika lampu led berwarna merah terus mati, maka kemungkinan besar kerusakan yang terjadi pada IC utama, atau kehilangan tegangan 3.3 volt pada regulator, cek di bagian power supply.

* Jika lampu led berwarna hijau selama 10 detik dan kembali ke merah, maka dipastikan ada kegagalan di bagian horizontal. Periksalah fly back.

* Jika lampu led mati total, periksa bagian input power supply, cek STR 6553/6554. Anda harus menggantinya jika terjadi kerusakan periksa pula resistor pembatasnya. Penting diperhatikan, bahwa ketika Anda hendak mengganti IC STR 6553/6554 periksa dua buah dioda bagian pojok, gantilah dengan yang asli. Jika tidak dilakukan kemungkinan besar STR akan kembali rusak, dan hal ini sering terjadi.

Semoga artikel ini bisa memberikan banyak manfaat bagi Anda yang sedang melakukan reparasi terhadap kerusakan televisi.

Read More
Tutorial awal reparasi tv untuk pemula

Tutorial awal reparasi tv untuk pemula

Sebelum membahas lebih jauh tentang TV berwarna, coba anda pikirkan bagaimana mungkin sebuah radio bisa kita dengar siarannya atau sebu- ah TV bisa kita lihat dan dengar siarannya ? Inilah yang disebut teleko- munikasi ( komunikasi jarak jauh). Komunikasi satu arah ini dapat terjadi karena ada pemancar dan penerimanya dan masing-masing mempunyai syarat yang harus dipenuhi agar terjadi komunikasi tersebut. Persyaratannya  adalah:  informasi  yang  dikirim  berupa  suara  (pada radio) atau suara dan gambar (pada TV) dibawa oleh sinyal pembawa, yang kita kenal dengan modulasi (rangkaiannya disebut modulator) pada fre-kuensi  tertentu.  Pada  radio  ada  dua  cara  memodulasi  yaitu  AM (ampli-tudo  modulation)  dan  FM  (Frequency  Modulation),  sedangkan pada TV dengan sistem FM. Frekuensi modulasi inilah yang menjadikan kita dapat menangkap siaran suatu stasiun radio ataupun stasiun TV. Saat kita mencari gelombang frekuensi suatu siaran itu artinya kita menyamakan frekuensi penerima kita dengan frekuensi pemancarnya. Jadi walau ba-nyak siaran radio dan TV dimana-mana yang tertangkap oleh antena ra-dio / TV penerima di rumah, tetapi yang dapat kita dengar atau lihat ha-nya satu stasiun pemancar saja pada frekuensi tertentu. Kalau kita hen-dak mendengarkan atau melihat stasiun pemancar yang lain, maka kita harus mencari dengan cara merubah frekuensi penerima kita (di tuning) yang disesuaikan dengan frekuensi dari pemancar yang kita cari. Inilah proses telekomunikasi satu arah saja, yang satu memancarkan saja se-dangkan yang lainnya menerima.
Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat
melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemu- an roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di
Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi atau teve .
Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hu- kum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elek- tronik. Kemudian berturut-turut ditemukan tabung sinar katoda (CRT), sistem televisi hitam putih, dan sistem televisi berwarna. Tentunya per- kembangan ilmu ini akan terus maju apalagi dengan ditemukannya LCD, yang membuat TV dizaman ini semakin tipis dengan hasil gambar yang tak kalah bagusnya dengan TV tabung.
Jadi dizaman ini kita harus tahu betul tentang TV karena hampir semua rumah  tangga  mempunyai TV    baik  yang  hitam  putih  maupun  yang berwarna. Anda siap untuk mempelajarinya ? 
Televisi (TV) yang kita kenal terdiri dari dua jenis, yaitu:
a.  Televisi   hitam   putih


b.  Televisi berwarna

Pada televisi hitam putih tidak dapat dilihat gambar sesuai dengan warna aslinya. Apapun yang terlihat dilayar kaca hanya tampak warna hitam dan putih. Hal ini sangat berbeda dengan televisi berwarna, yakni warna gam- bar yang tampil di layar akan terlihat menyerupai aslinya.
Gambar yang kita lihat di layar tele- visi adalah hasil produksi dari sebu- ah kamera. Objek gambar yang di- tangkap lensa kamera

 Pengambilan Gambar oleh Kamera dan disalurkan ke TV
akan dipisahkan berdasarkan tiga warna dasar, yaitu merah (R= red), hijau (G=green), dan biru (B=blue). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh pemancar televisi.
Pemancar TV berwarna memancar- kan sinyal-sinyal :
- Audio (bunyi)
- Luminansi (kecerahan gambar)
- Krominansi (warna)
- Sinkronisasi vertikal / horizontal
- Burst
Pada pesawat televisi berwarna, se- mua warna alamiah yang telah dipi- sah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan dicampur kembali   pada   rangkaian   matriks
warna untuk menghasilkan sinyal lu-
minasi Y dan dua sinyal krominansi, yaitu V dan U menurut persamaan berikut :

Y = +0.30R +0.59G+0.11B V = 0,877 ( R - Y )
U = 0,493 ( B- Y )

Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang ditrans- misikan bersama sinyal gambar dalam modulasi frekuensi (FM) untuk meng- hindari derau (noise) dan interferensi. Sistem  pemancar  televisi  yang  kita kenal          diantaranya:    NTSC, PAL, SECAM, dan PAL B.  NTSC (National Television       System     Committee) digunakan di Amerika Serikat,

sistem PAL (Phases Alternating Line) digunakan di Inggris, sis- tem SECAM (Sequen tial Coleur a’Memorie) digunakan di Prancis. Sementara itu, Indonesia sendiri menggunakan sistem PAL B. Hal yang membedakan sistem terse- but adalah: format gambar, jarak frekuensi pembawa, dan pem- bawa suara.

Prinsip Kerja TV Berwarna
Blok diagram sebuah TV berwarna secara lengkap adalah:

Contoh Rangkaian TV Berwarna
 
 Secara garis besar blok tersebut memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
a.Rangkaian Penala (Tuner)
Contohnya dapat dilihat pada gambar

Rangkaian penala berfungsi untuk menerima  sinyal  masuk  (gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.
 
Tuner mempunyai tiga bagian utama sebagai berikut:
RF Amplifier.
Berfungsi untuk memperkuat sinyal yang diterima antena.
Lokal Osilator.
Berfungsi untuk membangkitkan si- nyal frekuensi tinggi. Besar frekuensi
osilator dibuat selalu lebih besar di-
bandingkan frekuensi RF yang diteri- ma antena (sebesar frekuensi-RF+IF).
Mixer.
Oleh mixer sinyal RF dan sinyal
ga 1.000 kali, karena output Tu- ner merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar, posisi penerima, dan bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelom- bang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pela- yangan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.

b..   Penguat       IF    (Intermediate
Frequency)

c.  Rangkaian Detektor Video Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang  keluar  dari  penguat  IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena  apabila  ada  sinyal  lain yang masuk akan  mengakibat- kan buruknya kualitas gambar. Salah satu sinyal yang diredam adalah sinyal suara.
d. Rangkaian Penguat Video
Rangkaian ini berfungsi sebagai pengu- at sinyal luminan yang berasal dari de- tektor video sehingga dapat menjalan- kan layar kaca atau CRT (catode ray tube}. Di dalam rangkaian penguat vi - deo   terdapat  pula  rangkaian  ABL
(automatic brightnees level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang ber- fungsi untuk melindungi rangkaian te- gangan tinggi dari tegangan muatan le- bih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.
e.Rangkaian   AGC   (Automatic   Gain Control)

Rangkaian AGC berfungsi untuk mengatur penguatan in- put secara otomatis. Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkannya menjadi konstan.
Gambar diatas Rangkaian AGC. Lingkaran merah menunjukkan komponen AGC yang Berada di dalam Sebagian IC dan Sebagian Tuner

AGC Model Lain. Beberapa merek TV memiliki AGC yang Berdiri Sendiri seperti Ditunjukkan oleh Tanda Silang.

f. Rangkaian Penstabil Penerima
Gelombang TV
Rangkaian penstabil penerima ge- lombang TV di antaranya adalah AGC dan AFT. AGC (automatic gain control) akan menguatkan sinyal  jika  sinyal  yang  diterima
terlalu lemah. Sebaliknya, jika sinyal
yang diterima terlalu besar, AGC de- ngan sendirinya akan memperkecil sinyal. Sementara itu, AFT (auto- matic fine tuning) atau penala halus secara otomatis akan mengatur frekuensi pembawa gambar dari penguat IF secara otomatis.
g. Rangkaian Defleksi Sinkronisasi Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu (gambar 6.77):
●    Rangkaian sinkronisasi,
●    Rangkaian defleksi vertikal,
●    Rangkaian defleksi horizontal,
●    Rangkaian pembangkit tegangan tinggi.
 Rangkaian Defleksi Sinkronisasi ditunjukkan Batas Garis Hitam

 h. Rangkaian Suara (Audio)
 Suara yang kita dengar adalah hasil ker- ja dari rangkaian ini sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebe- lumnya, sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar.

i. Rangkaian Catu Daya (Power Supply) Rangkaian ini berfungsi untuk mengubah tegangan AC  menjadi DC yang selanjut nya didistribusikan ke seluruh rangkaian. Pada gambar 6.79, rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tega- ngan DC ke seluruh rangkaian TV.

j.  Defleksi Horisontal dan Tegang- an Tinggi
Rangkaian defleksi horisontal  berfungsi untuk menye- diakan arus gigi gergaji untuk di- umpankan kekumparan defleksi yoke, sehingga sinar elektron pa- da  CRT  dapat  melakukan scaning pada arah horisontal dengan benar. Selain itu rangkai- an horisontal juga dimanfaatkan sebagai pembangkit tegangan tinggi (High Voltage) untuk anode CRT serta untuk pembangkit be- berapa macam tegangan mene- ngah dan tegangan rendah lain- nya.
Rangkaian Defleksi Horisontal. Sebagian Berada Di dalam Trafo Flyback

Bagian-bagian dari rangkaian horisontal meliputi :
 ● Osilator Horisontal
Sebagai pembangkit pulsa fre- kuensi horisontal. Pada sistem CCIR frekuensi horisontalnya adalah 15.625 Hz, dan pada sis-
tem FCC frekuensi horisontalnya
adalah 16.750Hz.
 ● Horisontal Driver
Horisontal driver dipakai untuk memperkuat frekuensi horisontal dari osilator guna menyediakan arus yang cukup untuk mendriver transis- tor horisontal output (HOT), sehingga transistor HOT berlaku sebagai   sa- klar.
Horisontal Output (HOT)
Bagian horisontal output berfungsi untuk menyediakan power arus gigi
gergaji untuk diumpankan ke kum- paran  defleksi horisontal. Dari  tran- sistor HOT kemudian dikopel secara kapasitip ke kumparan defleksi yoke.
Pada  umumnya  transistor  HOT  TV
berwarna  mendapat  tegangan  DC
sekitar 110 V.
Trafo plyback (FBT, HVT) dipasang pada bagian HOT, dengan meman- faatkan arus gigi gergaji saat hori- sontal retrace yang dapat menginduk- sikan tegangan sangat tinggi.

Horisontal   AFC   (Automatic Frequency Control)
Gambar pada pesawat TV harus sinkron dengan gambar dari pe- mancar TV, oleh karena itu diper- lukan sinkronisasi horisontal dan vertikal.   Rangkaian   High   Pass
Filter (HPF) dipakai untuk memi-
sahkan sinyal sinkronisasi hori- sontal, rangkaian ini mudah sekali dipengaruhi oleh noise,   maka osilator horisontal selalu dilengka- pi dengan rangkaian AFC, yang berfungsi untuk menjaga agar fre- kuensi dan phase sinyal horison- tal scanning selalu stabil.
Pada bagian AFC terkadang dipa- sang VR  pengatur phasa yang berfungsi untuk mengatur posisi horisontal center.
Dari  keterangan di  atas  untuk  lebih  Jelasnya diberikan blok  diagram khusus bagian warna sebagai berikut:
 Diagram Blok Bagian Warna dari TV

fungsi setiap blok dari gambar dalah:
●    Colour Amp : Suatu penguat krominan yang menguatkan sinyal nada warna (sekitar 4,43 MHz) dengan bandwidth 2 MHz. Didalamnya me- ngandung sinyal (termodulasi) selisih warna yang telah dilemahkan (V dan U) juga terdapat sinyal ledakan (burst sinyal) dengan denyut sin- kronisasi horisontal.
●    Colour splitter (pembelah warna) : memisahkan sinyal V dengan sinyal U dimana signal V diputar 180º sedangkan sinyal U tidak dipu-
tar. Pada blok ini terdapat garis-garis NTSC dan PAL dan beberapa perlawanan.
●    Demudulator-V dan Demodulator-U: untuk mendeteksi sinyal V dan sinyal U. Bagian ini menerima gelombang pembawa warna dan sinyal
secara bersamaan dan harus benar-benar sefasa baik sinyal V mau-
pun sinyal U. Jika yang diterima sinyal NTSC maka gelombang pem- bawa yang dimasukkan kedemodulator V harus dimasukkan dalam fasa 90°, sedangkan untuk sinyal  PAL gelombang pembawa yang di- masukkan dalam fasa 270°. Jikalau fasa-fasa dari sinyal itu benar, maka sinyal-sinyal ini akan dikuatkan melalui bagian ini dan penguatan untuk kedua sinyal ini tak sama.

●    Saklar PAL: selama sinyal NTSC yang masuk, maka saklar PAL me-
lewatkan sinyal yang berasal dari osilator kristal tanpa disertai perge- seran fasa. Sedangkan saat ada sinyal PAL, maka pelewatan sinyal disertai dengan pergeseran fasa 180°, sehingga menjadi 270°.
●    FF (Flip-Flop): saklar PAL didrive dari suatu Flip-Flop atau bistable
multivibrator. Flip-Flop ini dikemudikan dengan sinyal clock yang di- sebut sinyal identifikasi yang berasal dari diskriminator fasa yang ke- mudian dikuatkan oleh suatu penguat. Dalam sinyal ledakan, setiap pergantian sinyal garis satu ke sinyal garis berikutnya selalu berubah-
ubah dasanya, karena diskriminator fasapun mengeluarkan suatu te-
gangan bolak-balik.. Selama sinyal NTSC tegangannya positip, dan selama sinyal PAL tegangannya negatif. Dengan menggunakan sinyal clock positip, naka FF dibawa kekondisi yang sedemikian hingga sa- klar PAL selama sinyal-sinyal PAL memutar sinyal sejauh 180°. Pada saat sinyal NTSC masuk, maka penguat akhir horisontal mengirimkan clock yang membuat FF kekondisi stabil yang lain. Maka sekarang saklar PAL berada dalam kondisi yang tidak memutarkan fasanya sinyal.
●    BURST Amp : Penguatan sinyal ledakan mengandung sinyal ledak- an,  sinyal  krominansi  dan    pulsa  dari  penguat  akhir  horisontal. Penguat dapat menguatkan hanya pada saat-saat pulsa horisontal masuk ke penguat. Sinyal ledakanpun dimasukkan selama penguat itu sedang menguatkan, sehingga menghasilkan tegangan output untuk mengontrol BURST Amp melewati ACC dan mematikan warna lewat CK.
●    Colour Killer (CK): Untuk menin das penguat warna apabila signal selisih warna / krominan karena sedang menerima siaran hitam putih (azas kontabilitas). Penin- dasan warna ini perlu, agar pada waktu penerimaan hitam putih ba- gian warna tak menguatkan sinyal- sinyal desah yang akan dapat muncul di layar gambar.   Namun demikian apabila ada signal nada warna yang dikirimkan ke penguat oleh ledakan akan dihasilkan te- gangan kontrol sehingga colour killer tidak bekerja (colour killer akan bekerja apabila tidak ada signal BURST yang dikirimkan).
●    ACC (Automatic Colour Control) : Blok ini bekerjanya sama dengan AGC yaitu mengontrol penguatan secara otomatis, apabila sinyal ledakan naik yang disebabkan oleh naiknya penguatan colour killer maka BURST Amp menghasilkan tegangan ACC yang merupakan tegangan kemudi yang dikirimkan ke colour amp.
●  Demodulator (V dan U) : Untuk memisahkan selisih warna dari SPWnya yang di- buat dirangkaian ini. Disini harus  dibuatkan SPW sebe- sar 4.43 MHz dari kristal de- modulator yang phasanya sa- ma dengan yang dikirimkan selama diterima garis NTSC, SPW digeser 90º sedangkan selama diterima garis PAL SPW   harus   digeser   270º. Hasil demodulator yang ma- sih merupakan signal V dan signal U dikuatkan kembali sehing ga berubah lagi men- jadi selisih warna R-Y dan B- Y (merupakan proses keba- likan dari pemancar).
●    AFPC (Automatic Frequency and Phase Control) : ber- fungsi agar phasa dan frekuensi dari SPW persis de- ngan yang dikirimkan (mes- kipun ditindas) maka harus di- adakan pengontrolan teruta- ma tegangan VCOnya.

Pelacakan Kerusakan TV Berwarna

Teknik termudah dan cukup dapat diandalkan untuk melacak kerusakan sebuah TV berwarna adalah menggunakan Teknik Gejala-Fungsi (symptom-function), karena dapat dilihat dengan jelas gejala kerusakan gambar yang terjadi  pada layar / CRT maupun gejala kerusakan suara pada speaker.
Sebagai contohnya: asumsikan bahwa video (penerimaan gambar TV) drive transistor adalah rusak. Ini berarti itu akan tidak ada gambar pada CRT. Apakah ini juga berarti bahwa akan tidak ada raster? tentu tidak, karena raster diproduksi oleh rangkaian defleksi vertikal dan horisontal dan  memerlukan adanya tegangan tinggi, dimana ini  didapatkan dari output  horisontal  trafo.  Jadi  CRT  akan  menyala  tetapi  akan  terlihat sebuah layar kosong. Apakah audio mempunyai efek? tentu tidak Karena sinyal audio mulai keluar sebelum rangkaian drive video. Untuk menyimpulkannya lalu kebenaran bahwa ini tidak ada gambar pada CRT, tetapi ada suara dan raster, hal yang sudah pasti untuk mencurigai salah satunya yaitu drive video atau video output stage.
Di bawah ini akan diberikan tabel bermacam-macam gejala kerusakan sebuah TV berwarna dan perkiraan fungsi rangkaian mana yang menyebabkan kerusakan itu terjadi.
 GEJALA YANG TERJADI      FUNGSI RANGKAIAN YANG RUSAK
a.TV mati total (lampu indi kator tak menyala)
- Rangkaian catu daya. Rangkaian regu- lator input sampai output. Perhatikan gambar 6.82 rangkaian regulator pada PCB TV . Pada umumnya catu daya pesawat televisi mempunyai output tegangan sebesar 115v, 24v, 12v, dan 5v.


Tanda Panah Menandakan Komponen yang Mudah Rusak.
 b. TV dan lampu indikator mati total serta terdengar suara derit getaran trafo switching.
  - Rangakian horisontal biasanya yang mudah rusak adalah trafo flyback, transistor horisontal dan kapasitornya
 Garis Daerah Merah Menunjukan Komponen yang Mudah Rusak pada Rangkaian Horisontal.
 c. Lampu indikator hidup tapi TV tak dapat dioperasikan.
- Rangkaian horizontal.
- Rangkaian regulator, biasanya dioda pembatas tegangan rusak.
d.  Tak  ada  raster  tapi  suara normal (layar tetap gelap).
- Rangkaian penguat video, rangkaian penguat cahaya, rangkaian tegangan tinggi atau CRT
Daerah Tegangan Tinggi
 
CRT (Catode Ray Tube) Filamennya Mudah Putus

e. Raster satu garis horizontal.

- Rangkaian vertikal dan osilatornya.
- Rangkaian defleksi vertikal.

f. Garis strip-strip hitam pada layer yang tak dapat hilang.
- Rangkaian   osilator   horizontal,   bia- sanya kapasitor elektrolit yang sudah kering (terlihat kusam / pecah).
- Pada TV yang baru jarang dijumpai, biasanya disebabkan komponen yang sudah termakan umur.
Gambar Strip Hitam Tidak Dapat Hilang dari Raster Meskipun Sinkronisasi Telah Disetel.
 
g.Sebagian gambar tergeser horisontal.
 
  - Rangkaian    sinkronisasi,    rangkaian buffer video dan rangkaian AGC. Bia- sanya kapasitor elektrolit yang kering atau dioda yang bocor

h. Gambar bergerak terus ke atas / ke bawah

 - Rangkaian  osilator  vertikal.  TV  yang baru terjadi akibat kapasitor keramik- nya bocor.

i. Garis hitam miring dan ber- gerak ke atas / ke bawah terus.

- Rangkaian pemisah sinkronisasi, rangkaian penguat sinkronisasi, rangkaian AGC dan rangkaian penghapus noise.

 j. Gambar menyempit
Menyempit Kiri / Kanan


- Rangkaian output catu daya, rang- kaian defleksi horisontal dan kum- paran yoke.


- Rangkaian output catu daya, rang- kaian defleksi horisontal dan kumparan yoke.

k. Pelebaran Horisontal
Gambar Melebar

 - Potensio   pengontrol   lebar   horisontal, rangkaian catu daya dan tegangan anoda CRT.

l. Pemendekan tinggi gambar
Gambar Memendek

- Potensio   Vsize   dan   Vline   dan rangkaian defleksi vertical (tran- sistornya).

m. Gambar memanjang vertikal

- Rangkaian defleksi vertikal, potensio   pengatur   vertikal   atau   elko yang sudah kering







Read More